Featured Posts

Friday

SOCRATES YANG KEREN

RELATED:
beautiful Socrates
Socrates adalah seorang Pilosof klasik dari Yunani, pada masa itu di dunia kuno Yunani negaranya para dewa dewa itu memang gudangnya para matimatikus, pilosof dan kaum cendiakawan, Sebut saja Euclades, Aristoteles dan Plato.

Dia dilahirkan pada 4 Juni tahun 470 Sebelum Masehi, jadi kira kira pada lebih dua ribu tahun yang lalu. Namun pemikirannya mirip sekali orang orang modern! Tidak salah orang orang mengatakan bahwa para pilosof kadang memang hidup mendahului zamannya. Bahkan seribu tahun kemudian ketika khazanah mereka terkubur orang orang Islam datang menggali dan menyelamatkan ilmu pemgatahuan, terutama matimatika dan sains Yunani untuk dikembangkan menjadi lebih maju dan memiliki kegunaan praktis.

Sebut saja Ibnu Sina (Avecinna- kelahiran Iran) dan Ibnu Rusyd (Averoess) adalah para ilmuwan Islam yang amat kuat dipengaruhi oleh dasar dasar pilsafat Yunani. Mereka menggali dan mempelajari khazanah pengatahuan yang hampir seribu tahun telah dilupakan orang di Eropa.

Nah salah satu bintang itu adalah Socrates! Saya tidak akan menceritakan betapa Jeniusnya bapak pilosof yang satu ini, bukan hanya Jenius, dia adalah seorang pria yang baik, penyabar dan sangat bijaksana.

MENGAPA SOCRATES PATUT DI HORMATI:

Problem terbesar mengapa kita tidak mendapatkan apa apa adalah:

Kita mendengarkan bukan untuk memahami apa yang kita dengarkan, tetapi kita mendengarkan untuk menjawabnya baik dengan kata kata maupun dengan hati kita.

Contoh jika bos marah telinga kita tidak mendengarkan untuk memahami bahwa kecerewatannya adalah ilmu yang paling berharga di dunia. Kebanyakan kita meresponnya dengan hati: Membiarkan tata-nilai kuno seperti harga diri, emosi dan perasaan jengkel menguasai diri dan mematikan rasio. Kita menutup mulut tapi menutup dan tidak membuka telinga untuk mendengarkan kebenaran dan tidak mengerti apa apa selain menahan kemarahan.

Itulah bedanya, mengapa ketika bos mengomeli saya perihal prosedur kerja itu malah semakin membuat saya memahami ilmu koding, karena saya mau mendengarkannya sepenuh hati. Aneh, apa kolerasinya ya...dan bingung?

Tanya Socrates yang legendaris itu.

Sewaktu dia datang ke institut sains dunia kuno, para mahasiswanya memprotesnya karena selalu datang terlambat mengajar di kelas. Mereka kompak bertanya: Mengapa?

Walaupun awalnya tidak ingin membuka aib rumah tangga, Socrates akhirnya menjawab:

"Kalian tahu betapa cerewetnya isteriku, aku harus mendegarkan seluruh omelannya sebelum aku berangkat mengajar di depan kelas kalian"

Para mahasiswa terkejut, merasa marah dan jengkel mendengar itu. Mereka tahu reputasi isteri Socrates sebagai wanita "sulit", cerewet dan menjengkelkan setiap orang. Mereka heran bagaimana Socrates dapat bertahan hidup bersama wanita hitam, gemuk dan jauh dari kesan cantik itu.

Seperti mendengar dan memahami pertanyaan dari dalam kepala  tersebut Socrates melanjutkan:

"Pada setiap omelannya, kudapatkan banyak sekali ilmu pengatahuan, trik, dan kebijaksanaan yang ternyata dapat mengasah kecerdasan, kesabaran dan ketelitianku. Bagiku dia adalah wanita luarbiasa dan aku telah memutuskan akan hidup bersamanya sampai ke akhir hayatku"

Para mahasiswa terdiam. Tetapi sejarah kemudian mencatat nama Sorates sebagai salah satu manusia paling luarbisa, paling cerdas dan paling bijak di dunia. Orang cerdas selalu melihat keuntungan dari seala sesuatu yang mungkin tidak akan terlihat oleh orang kebanyakan. Segala sesuatu yang pahit dan menjengkelkan justeru menjadi penyebab keberuntungan.

Isteri  Socrates bukanlah wanita yang berpendidikan apalagi untuk dapat "mendidik" seorang Socrates yang begitu Jenius secara formal. Namun alam telah memberi kelebihan kepada wanita itu yakni jika mengomel dan mengumpat maka dia jauh lebih mahir daripada Socrates ketika menyampaikan mata kuliahnya di hadapan para mahasiswanya, dan setiap omelannya yang pedas dan menyakitkan hati itu keluar dari relung hatinya, murni tanpa berpura pura....Sesuatu yang sebenarnya bisa melukai perasaan orang kebanyakan namun tidak bagi orang yang terbiasa menggunakan logika seperti sang filosop seperti Socrates.

Sejarah akhirnya menulis, Socrates mengolah omelan omelan yang setiap hari diterimanya tersebut menjadi sendi sendi ilmu pengatahuan yang kemudian tetap mempengaruhi jutaan orang selama beribu ribu tahun di atas permukaan bumi.

Kita juga jangan lupa jika memiliki seorang ibu yang suka sekali mengomel, omelannya itu sesungguhnya adalah anugerah dari langit bagaikan curahan dasar dasar ilmu pengatahuan yang tidak termilai harganya...

4 comments:

  1. Kita mendengarkan bukan untuk memahami apa yang kita dengarkan, tetapi kita mendengarkan untuk menjawabnya baik dengan kata kata maupun dengan hati kita.

    Sepertinya selama ini aku salah..akibatnya mereka tak mau lagi menjadikan telinga ini dan memilih bungkam..

    ReplyDelete
  2. Keren bangat ya, dari omelan omelan di olah menjadi sendi ilmu pengetahuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang rahasia itu bersembunyi ditempat yang paling aman baginya

      Delete

Labels

AI (15) atheis (3) English (8) sains (32) tablet (23) Technology (17)