APPLE MEMBANTAH PERANGKATNYA DISUSUPI "SPY CHIP" CINA

Sebuah kehebohan di ranah teknologi baru saja terjadi yang tentu saja bukan hanya  karena semata mata telah di landasi perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Akan tetapi sesungguhnya bukan hanya perang dagang, Cina dan Amerika sedang berperang di segala bidang termasuk: Teknologi. Banyak tudingan dari Amerika bahwa Cina melalui perusahaan perusahaan teknologi mereka yang berbasis di Amerika, sebutlah salah satunya Huawei sebenarnya sedang memata-matai teknologi Amerika. Pernah juga sepuluh tahun yang lalu Australia menuduh Cina memata matai mereka, tuduhan itu dengan malas dijawab dan di tertawai oleh Cina: "Memata matai negara sekelas negera anda? Untuk apa? Kalau kami mau memata matai tentu akan kami lakukan terhadap negara yang se-level dan sebesar kami"

Jawaban itu menjadi pertanda betapa Cina telah lama menganggap diri mereka dapat melawan atau bahkan mengalahkan Amerika di atas dunia fana ini. Dan menganggap sepi negara negara "menengah" sekelas Inggris, Kanada dan Australia.
Dan lihatlah dunia tidak terkejut betapa cepatnya cina menguasai teknologi, hampir selalu diluar prediksi para analis teknologi dunia. Hari ini Negara negara barat mulai mengakui, dalam pencapaian teknologi elektronika, Cina sudah selangkah lebih maju di depan mereka. Misalnya mereka pernah memprediksi Cina baru 25 tahun lagi baru berhasil menguasai teknologi kapal induk, nayatanya negeri tirai bambu hanya butuh waktu 5 tahun untuk menguasai teknologi tersebut. Begitu juga dengan penguasaan kapal angkasa luar, kini Cina bahkan mendahului negara negara barat sekutu Amerika. Pertanda dunia mulai menjadi milik Asia.

Baru beberapa hari yang lalu Bloomberg BusinessWeek report melaporkan bahwa Cina secara rahasia telah menanamkan chips pengintai kedalam server server banyak perusahaan teknologi utama Amerika. Namun Apple membantah bahwa mereka telah melakukan investigasi dan tidak menemukan Chips pengintai pada server mereka. Pihak Bloomberg belum memberikan tanggapan atas bantahan Apple ini. Bukan hanya Apple, Perusahaan raksasa teknologi AWS dan Super Micro juga memberikan bantahan yang sama.

Sebelumnya menurut Bloomberg chip tersebut memungkinkan pihak Cina mengawasi jaringan beberapa perusahaan besar termasuk diantaranya Apple,  Amazon atau hampir 30 perusahaan teknologi utama lainnya dimana khusus untuk  kedua perusahaan (Apple dan Amazon) ini kemungkinan besar menjadi sasaran pengawasan oleh pemerintah Cina melalui microchip kecil dan tidak kentara yang di pasangkan pada saat proses manufaktur.

JIKA BENAR SIAPA YANG DI RUGIKAN?

Terutama perusahaan besar tadi dan pada akhirnya pemerintah Amerika. Untuk kita sebagai pengguna samasekali bukan sasaran yang bagus bagi Cina, mereka mentarget basis teknologi hardware dan software Amerika. Kita pengguna walaupun menjadi alasan pasar bagi prilaku bisnis, nampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan urusan "perang" model intai-mengintai bagi kepentingan politik dan keamanan kelas negara ini.

Akan tetapi jika masalah keamanan kemudian sengaja di bocorkan ke publik melalui gagdet yang kita pakai, itu akan menjadi cerita lain, namun tidak akan menjadi kesalahan bagi kita karena kita hanya pengguna. Dan paling tidak kita melihat betapa luasnya konflik yang telah terjadi diantara kedua negara raksasa ini, yang satu dari Barat, dan yang satunya lagi dari Asia. Hampir di segala aspek kehidupan mereka berpengaruh.

Tidak tanggung tanggung Bloomberg memberi judul liputan berita dengan:


Karena saya sangat suka dengan artikel teknologi jadi saya membacanya namun juga menunggu reaksi dari media lain yang mungkin akan menyampaikan berita lain dengan sudut pandang berbeda dan benar saja, beberapa jam kemudian masih dari media Amerika bermunculan bantahan dari beberapa perusahaan seperti yang telah saya tulis diatas.

Saya masih menunggu berita lanjutan dari Bloomberg...
Penulis: Sofyan YaanSeorang otodidak yang berusaha keras belajar matimatika, web desain, koding dan seni melukis konvensional


Comments