APAKAH BLOGGER TELAH MENJADI PEKERJAAN "OLD TIME"?

Di forum, dan di media sosial seperti facebook dan twitter begitu sesak dengan para blogger frustasi, saya tidak terkejut melihat jumlah mereka di group group medsos begitu banyaknya hingga mencapai ratusan ribu orang, riuh bagai pasar rakyat di waktu pagi. Sebenarnya begitu banyak kepala dengan begitu banyak ide yang cemerlang. Namun yang paling gegap gempita adalah para pendatang baru yang frustasi karena tidak mendapatkan apa apa dari dunia blog, di wall saya sempat membaca: Para blogger asal tahun 2015 telah banyak kembali ke habitat mereka: Yakni berhenti ngeblog.

Mengapa begitu banyak orang tertarik ngeblog dan mengapa akhirnya begitu banyak yang menjadi frustasi mau gantung diri, adalah karena fenomena perubahan dari waktu ke waktu, semuanya tiba tiba menjadi begitu mudah terlihat, namun tidak selalu sama dengan kelihatannya:

  • Dengan hape saja orang bisa ngeblog dan membuat konten dengan mudah
  • Ngeblog tidak membutuhkan modal kerja yang terlalu besar selain kemamuan
  • Hampir semua sumberdaya blogger termasuk code sourcenya gratis dan dapat di kembangkan sendiri asalkan mau belajar
  • Blog menawarkan monotesi dan afiliasi yang bisa mendatangkan penghasilan.
  • dan banyak lagi.
Tetapi kemudahan yang datang bersama zaman juga mendatangkan persaingan sengit, para pemula berdatangan dengan segudang ide fresh atau hanya sekedar coba coba, dari mereka justeru kualitas blogging terpicu meningkat. Para blogger kawakan juga harus memasang kuda kuda lebih kokoh agar tidak tergerus oleh zaman.

Lalu belakangan munculah Youtube dan perkembangan zaman yang bersamanya datang kemajuan telah membawa inovasi yang semakin memudahkan orang terlibat berkarya secara visual terhadap platform media sosial yang satu ini sehingga muncul istilah Vloggger, yang suka atau tidak suka mulai "menggeser" status blogger sebagai penayang visual bergambar berbagai informasi yang dibutuhkan oleh pemirsanya. Sepintas kita telah melihat sebuah akhir dari blogging konvensional.

TIDAK ADA YANG ABADI KECUALI PERUBAHAN ITU SENDIRI.

Einstein benar pada saat dia mencetuskan kata kata itu, sebagai salah seorang peminat sains dan teknologi saya heran apa sih yang pernah meleset dari Einstein? Teori relativitasnya belum terbantahkan hingga saat ini.

Dan hubungan "relativitas"nya kepada dunia blogger juga nyata sekali. Kita akan mengambil contoh peristiwa peristiwa dari waktu ke waktu. Pada saat saya mengamati orang orang di rumah makan semenjak saya sekolah hingga saya bekerja pada saat sekarang: dulu penjual koran tidak sesulit sekarang menghabiskan koran jualannya, hampir setiap orang tua dan muda membaca koran. Tetapi hari ini diantara seratus orang yang duduk rata rata hanya satu orang yang beli koran, itupun terlihat kalau dia sebenarnya telah berumur.

Orang orang muda sibuk membaca segala informasi melalui gagdet baik itu tablet maupun hapenya, dan hape dari kewaktu dibuat semakin nyaman untuk digunakan membaca. Dari layarnya yang terus berevolusi, hingga kecepatannya menyajikan informasi dari server server yang juga terus berkembang semakin kuat. 

Ya mengapa harus membeli koran lagi kalau berita yang ada didalam koran tersebut telah kita baca melalui ponsel, bahkan informasinya lebih cepat dan berasal dari berbagai sumber. Kecuali anda memang kasihan terhadap penjual korannya. Alasan lain yang semakin memukul industri koran adalah isu lingkungan penggunaan kertas yang di himbau oleh Badan Dunia agar mengurangi dan mengontrol penggunaan kertas yang bahannya di olah dari kayu alam..

Ya segalanya berubah dan semakin cepat! Cepat atau lambat blogger juga akan berubah atau dia akan jatuh oleh Youtube. Sama seperti dulu zaman orang suka membaca komik tetapi hari ini kebiasaan itu mulai bergeser, kita bisa melihat itu dari statistik: Komikus diganti oleh animator yang membuat filem animasi, dan filem animasi zaman now sungguh kaya dengan fitur grafis yang memanjakan mata. Jargon rajin membaca buku, mulai melangkah tabu: Membaca melalui gagdet.

Dan saya membaca keluhan di Grup medsos, pada wallnya: "Semenjak hadirnya youtube, blogger di penuhi oleh orang patah hati karena gak keluar keluar gajian adsensenya," Itu hanyalah sebuah keluhan, tapi mengandung fakta yang tersirat dan walaupun baik Youtube dan Blogger adalah milik Google namun tanpa terasa youtube di kalangan para blogger adalah "kompetitornya" blogger.

YOUTUBE VS BLOGGER
-orientasi bisnis.

Bagi vendor seperti Google, Samsung dan Apple adalah hal biasa memiliki banyak usaha, namanya juga usaha. Jika tidak sukses pada usaha yang satu maka masih ada usaha lain yang dapat menjadi penghasil uang. Samsung mengeluarkan begitu banyak model hape, model gagdet gadget lain dari mesin cuci hingga telivisi. Terkadang tanpa mereka rencanakanpun produk yang satu bisa saja mengkanibal produk yang lain.

Begitu juga Youtube dan Blogger adalah produk andalan Google akan tetapi yang mana satu yang akan lebih mampu bertahan dalam mempresentasikan zaman maka dialah yang akan tinggal. Masih aman untuk berpendapat: Bahwa blogger masih akan tetap eksis hingga 5-10 tahun ke depan sebelum inovasi baru mungkin hadir menghapusnya dari permukaan bumi ini. Sebagai seorang publisher adsense tentu akan ada media lain yang bisa menggantikannya - misalnya vlogger.

Menjadi youtuber itu sedikit lebih membutuhkan modal dari merogoh saku, ketrampilan membuat visual gambar bergerak melalui gagdet yang tersedia, hingga melakukan interaksi terhadap objek dan subjek yang akan kita kelola sebagai bahan membuat konten. Dan menyajikannya ke hadapan pemirsa. Mungkin kedepannya akan menjadi lebih mudah dan mudah.

Tentu saja kegiatan ini berbeda dengan seorang blogger yang kebanyakan berkutat dengan tulisan, menjadi youtuber juga tidak lagi asal membuat video konten tetapi juga melakukan optimalisasi konten video sebelum di publish kepada pemirsa. Semua teknik telah tersedia dan jumlah youtuber juga semakin banyak meramaikan kompetisi di bidang ini.

Jujur saja, sampai saat ini penghasilan seorang Youtuber dengan seorang blogger tidak bisa dibandingkan lagi. Penayangan iklan secara visual melalui tontonan bergerak lebih tinggi nilainya, lebih cepat akumulasinya ketimbang dari blogging. Itulah sebabnya mengapa para artis juga memiliki akun youtube dan memanfaatkannya. Seorang yang menekuni youtuber lebih gampang memiliki nama, membangun image profile mereka ketimbang seorang blogger. Namun bukan berarti orang yang sedang menekuni Blogger lantas hanya membuang buang waktu, kita sedang menunggu inovasi baru buat blogging!

BLOGGER ADALAH PEKERJAAN "OLD TIME" alias "PEKERJAAN MASA LALU"

Faktanya banyak orang yang tidak setuju dengan istilah ini, akan tetapi di forum forum istilah ini berdengung semakin kencang dalam 5 tahun terakhir dan ini tidak main main, karena keluar dari mulut para pakar.
Dulu bagi saya koding dan bahasa pemrograman itu nampak sangat asing, akan tetapi hari ini para ahli mulai percaya: "Jika hari ini anda tidak mengerti koding, maka dimasa depan anda pasti buta huruf" Saya menerima pernyataan itu dan tidak terkejut begitu banyak orang yang setuju. Saya teringat ungkapan Einstein: Tidak ada yang abadi di dunia kecuali perubahan itu sendiri. Hanya orang yang bersikap status quo yang berharap dapat melihat segala sesuatu selamanya di atas dunia yang semakin cepat berubah ini.

Kalau dunia tidak berubah tentu saja nun jauh 10 tahun yang lalu tukang ojek pangkalan masih tidak sulit mendapatkan penghasilan bersaing dengan pekerjaan lain. Dan hari ini tukang ojek pangkalan mengeluh bahkan tersingkir satu demi satu sebagai akibat penemuan inovasi inovasi baru. Peran mereka "dirampas" oleh sistem ojek online berbasis aplikasi gojek. Gojek adalah inovasi tidak bisa disalahkan, mereka hadir karena menjawab tantangan zaman.

Dulu bagi saya bekerja di perusahan migas itu adalah suatu yang keren, tetapi kini setiap hari saya membaca inovasi inovasi yang semakin mendekati kenyataan: Sumber energi pengganti minyak bumi, yang mau tidak mau akan membuat pekerjaan migas akan ditinggalkan oleh manusia.

Hari ini saya berjalan di jalan raya, saya hanya melihat grab di pusat pusat jalanan, jarang taxi konvesional. Bagaimanapun hal hal baru pasti akan menggantikan hal hal lama. Akankah Blogger benar benar menjadi "old time endeavor"? Jawabannya "ya" dan........."mungkin".




Comments

  1. Iya, semakin murahnya paket data internet, semakin canggihnya smartphone, kecenderungan orang untuk berpindah ke media video di dunia maya tidak terelakkan. Tapi soal platform, baik YouTube maupun Blogger, ya hanya kreativitas masing-masing orang saja untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Sebab selama Google masih mengalokasikan traffic ke platform situs artikel, maka Blogger masih tetap (bisa) bertahan.

    ReplyDelete
  2. Paling tidak dalam satu dekade perubahan cenderung menjadi deret ukur kelipatannya ketimbang deret hitung, masa depan semakin mudah dan juga semakin sulit diprediksi

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment