INI DIA 3 TEKNOLOGI GAGDET PALING "RASIALIS" TERHADAP MANUSIA

Face ID iPhone X termasuk didalamnya. Tidak percaya? Baca sampai habis!


Paling tidak mereka pernah begitu konyol dan sebagian masih konyol sampai sekarang walaupun beberapa telah diperbaiki dan disempurnakan. Ini adalah contoh contoh bagaimana kadang dunia bisa tertipu oleh jargon, kampanye dan pemasaran yang massive dari para pebisnis.
Beberapa inovasi dalam teknologi pada saat di lempar ke pasaran memang mendapatkan sambutan yang begitu meriah. Apalagi jika yang melakukannya adalah perusahaan ternama dan terkemuka di dunia semisal Apple, Google dan Facebook. Paling tidak ada 3 Teknologi gadget yang pernah bikin heboh dan marah beberapa orang di dunia, teknologi apa saja itu?

1. Apple Face ID atau Sensor pengenalan wajah iPhone X

Tidak ada masalah pada saat launching iPhone X yang terkenal itu, demo yang rata rata dihadiri oleh orang berwajah Eropa membuktikan Apple Face ID sangat akurat dan di gadang gadang sebagai fitur pengaman ID yang lebih aman dibanding dengan sidik jari dan password konvesional yang terkadang dapat juga diretas oleh para Hacker black hat.

Di seluruh dunia para pencinta produk apple nampaknya berharap begitu, terutama Apple Fan Boy dan dengan penuh percaya diri para teknisi Apple mengatakan bahwa Apple Face ID pada iPhone X mereka sangat akurat dan pintar dalam mengenali wajah pemiliknya.

Lalu iPhone X dijual diseluruh dunia dan hingga ke Cina, disanalah masalahnya ditemukan, Apple Face ID tidak berfungsi pada saat dipergunakan oleh orang orang Cina yang berwajah oriental! Pihak Apple melakukan investigasi ada yang berpendapat hal itu terjadi karena kesalahan kamera belakang yang terhubung. Tapi apa hubungannya dengan fakta ini? Yang jelas pengguna kadung percaya terhadap kesaktian Face ID si iPhone X ini.
Para pengguna iPhone di Cina menuduh Face ID sebagai rasialis, bayangkan boro boro terkunci untuk mengamankan iPhone X sesuai sebagai fungsinya agar tidak dipakai oleh orang lain, setiap orang Cina pada saat memandang ke kamera face ID akan membuka iPhone X orang lain  tanpa usaha apa apa hanya cukup pinjam iPhone X milik temanmu dan pandang langsung terbuka semua!

Awalnya distributor Apple di Cina tidak percaya, tetapi seorang ibu datang ke toko tersebut dan dia berhasil membuka seluruh iPhone X di toko tersebut dengan wajah orientalnya ke kamera Apple Face ID, benar benar sakti.

2. Fitur pengenal wajah di Google photo

Menurut saya ini kejadian yang paling konyol dan sangat lucu, tidak bermaksud rasialis, hanya sekedar mengingatkan, bahwa tidak ada sebuah idepun yang dilemparkan ke pasaran itu langsung sempurna, harus selalu diperbaiki tanpa henti, jika tidak tentu akan berbuah kesalahan yang memalukan. Ini kejadiannya sudah agak lama waktu itu Google telah berhasil merintis Google photo di cloud mereka untuk para pengguna internet dan melengkapinya dengan fitur pengenalan wajah, software tersebut dapat mengenali wajah orang orang Eropa, Cina dan Arab dengan mudah, sungguh mesin software yang pintar pada waktu itu!
Akan tetapi orang orang berkulit hitam sempat menjadi sangat marah pada saat mereka mencoba menggunakannya dan menyadari bahwa setiap mereka berphoto dan membiarkan fitur pengenal wajah milik Google tersebut menscan wajah mereka hasilnya adalah "gorilla" bukan manusia. Alhasil Google dituduh sangat keterlaluan rasialis.

Google akhirnya meminta maaf dan memperbaiki algoritma pengenal wajahnya di aplikasi Google Photo, memang Google tidak mungkin bermaksud menghina manusia sampai serendah itu. Itu adalah kesalahan algoritma yang terpasang pada aplikasi pengenalan wajah milik mereka.

3. Hand Washing otomatis

Satu lagi kejadian bahwa teknologi dituduh rasialis, dan ujung ujungnya yang dituduh sebagai biang keroknya adalah pembuatnya atau perusahaannya, yakni mesin cuci tangan otomatis di Hotel hotel berbintang. Mesin ini akan mengeluarkan air secara otomatis pada saat orang meletakannya tangannya dibawah krannya dan akan berhenti mengeluarkan air jika tangan tersebut telah menjauhinya, benar benar membantu pihak manajemen hotel dalam berhemat!
Tidak ada masalah bagi tamu tamu eropa, cina, jepang dan bangsa Asia berkulit putih tetapi lagi lagi menjadi persoalan ketika tamu tamu diplomat orang kulit hitam yang menjadi tamu di hotel tersebut, setelah makan dan bermaksud mencuci tangan airnya tidak mau keluar! Sang tamu mulanya menduga krannya rusak, dan menunggu seorang lelaki eropa yang sedang mencuci tangan, air mengalir deras pada kran yang sedang dipergunakan oleh pria berkulit putih tersebut.

Setelah si pria berkulit putih selesai mencuci tangan si pria berkulit hitam maju dan meletakan tangannya di tempat cuci tangan tersebut. Apa yang terjadi? Wow pencuci tangan ini rusak lagi? Padahal tangannya yang kotor harus di cuci, dapat dibayangkan jengkelnya dia.

Selidik punya selidik ternyata pencuci tangan otomatis tersebut hanya mengenal orang orang berkulit terang dan putih, teknologi sensornya adalah standard untuk orang orang berkulit cerah, jika sensornya di buat lebih sensitif misalnya bisa mengenali tangan orang berkulit hitam, kemungkinan sensor tersebut akan membaca setiap objek gelap dan menyiramnya, maklum teknologinya waktu itu masih zaman "old", so gak jadi hemat dong.

4. PEMINDAI SIDIK JARI iPhone (bonus)

Pemindai sidik jari iPhone juga pernah terlihat sangat konyol. Betapa tidak, pada awal rilis iPhone 5S pengaman sidik jari juga digadang gadang sebagai pengaman iPhone 5S yang sangat aman dan mudah dipergunakan oleh pengguna dan pencinta produk gagdet Apple. Bagaimana tidak kehadiran pembuka kunci untuk mengakses iPhone yang satu ini membuat pembuka password yang berupa angka dan karakter huruf nampak menjadi kuno pada waktu itu.

Akan tetapi sebuah video kemudian di rilis betapa mudahnya membuka kunci pemindai sidik jari bahkan dilakukan oleh seorang bocah berusia 5 tahun! Anak itu mengambil ponsel bapaknya yang sedang tertidur lalu mengusapkan tombol home iPhone milik ayahnya itu kejari ayahnya yang sedang tertidur dan iPhone terbuka, bocah itupun bermain main dengan hape tersebut tanpa sepengatahuan sang ayah.

Terlepas dari semua itu dan tidak mengurangi penghargaan dan kekaguman kita terhadap para penemu, kita tetap akan menghargai setiap upaya dan inovasi yang bertujuan demi kemaslahatan umat manusia.



Comments

Post a Comment