APA BEDANYA A.I. DENGAN A.G.I

Robot cerdas Sophia saat melakukan menjawab pertanyaan para wartawan
Setelah nonton filem Infinity War saya jadi semakin terobsesi dengan bidang yang saya minati: sains & teknologi hanya sekedar sebagai pemerhati. Pertanyaan yang berputar dikepala saya setelah melihat karakter Vision, saya berfikir dia lebih manusia daripada kita, dia mau berjuang, berfikir, berjuang dan berkorban demi orang orang yang dia cintai. Tunggu, bukan berarti sains adalah Marvel walaupun Marvel mengemukakan fantasi sains dan teknologi yang aduhai membuat kita terseret fantasi. Namun Sains selalu membuka kemungkinan yang nyaris tidak masuk diakal orang kebanyakan dan awam.

Pertanyaan terlintas sekilas apakah fantasi manusia yang memicu sains dan menghasilkan inovasi teknologi, mungkin. Akan tetapi apakah mereka para saintis terpengaruh dengan filem bioskop Marvel dan lalu mencoba menjadikannya nyata? Dulu sebelum manusia berhasil mencapai bulan terlebih dahulu hadir sebuah komik perjalanan ke bulan waktu itu manusia umumnya menganggap perjalan ke bulan dan terbang adalah tidak lebih dari fantasi yang hanya ada dalam khayalan para komikus. akan tetapi beberapa puluh tahun kemudian di era tahun 60-an project apolo 11 menjadi kenyataan.

Sebuah komik dan filem Marvel tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi yang sudah ada di kalangan para saintis, mereka mendasari ceritanya dengan menambahkan ide sains dan teknologi, misalnya bagaimana Stark melakukan inovasi baju zirah atau pakaian besinya yang sampai kepada filem Infinity war telah berevolusi sedemikian canggih. Ok sampai disini saja pembahasannya, kita fokus kepada Judul artikel: APA BEDANYA A.G.I. dan A.I.

1.AGI. (Artifical General Inteligent)

AGI (Artificial General Intelligent) didefinisikan sebagai konstruksi buatan yang mampu melakukan setiap tugas intelektual layaknya seorang manusia biasa. Setelah kita mampu menciptakan ini, kita juga akan mampu membuat konstruksi buatan ini menjadi jauh lebih cerdas daripada kita saat ini. Selanjutnya, AGI akan belajar bagaimana membuat dirinya sendiri menjadi jauh lebih cerdas. Pada titik itu saat AGI belajar untuk melakukan hal ini, inilah yang sering disebut Singularity.

A.G.I perangkat lunak buatan yang menduplikat seluruh kecerdasan manusia sehingga mampu berfikir, berperasaan, memiliki kecerdasan kombinasi kecerdasan manusia yang paling cerdas dengan kecerdasan mesin. A.G.I dapat melakukan seluruh pekerjaan manusia dan mengembangkannya secara mandiri di luar kontrol manusia. Mungkin anda sulit membayangkan jika suatu hari ada mesin yang fisiknya mirip manusia menjadi ilmuwan, menjadi dokter dan seniman, berdebat di media umum merasa dirinya adalah bagian dari manusia (karena pada hakikatnya teknologi adalah perpanjangan tangan manusia)

AGI dan Manusia akan menjadi sama KECERDASANNYA

Adalah penting untuk memahami hal ini: teknologi kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri, itu adalah outsourcing dari kognisi diri kita. Kita sudah pada tahap di mana kita merasa kehilangan jika kita harus dipisahkan dari teknologi kita saat ini (Misalnya Smart Phones). Penggabungan manusia dengan teknologi akan menjadi lebih umum dalam beberapa dekade lagi, pertama dengan munculnya Kacamata Pintar Google tahun ini (2013), maka dengan menanamkan teknologi, dan lampiran pikiran yang mampu mengendalikan anggota badan yang terbuat dari robot sebagai pengganti anggota tubuh yang di amputasi. Dalam 20 tahun kita akan memiliki teknologi nano berukuran perangkat robot yang sangat kecil dalam tubuh kita, untuk memerangi penyakit.

2. A.I. (Artificial Inteligent)

A.I. dalam bahasa Indonesia kurang lebih dimaknai sebagai: "kecerdasan buatan". Ini yang paling umum kita dengar dan kita baca di beberapa forum teknologi. Bentuk awal dari A.I seperti pengenal wajah, mesin penjawab web, Google translator, mobil pintar. Ketika A.I semakin cerdas sampai menulis buku sastra Jepang maka A.I tersebut dinamakan A.I advance, jika A.I tersebut telah memiliki kesadaran kognitif seperti manusia A.I akan berubah statusnya menjadi A.G.I

Memang awalnya manusialah yang menemukan mereka dengan rekayasa sains dan teknologi, tetapi beberapa saintis menghawatirkan perkembangan baik A.I maupun A.G.I. yakni bagaimana kelak manusia dengan segala kemampuan inteligensia terbatas mampu membendung laju kecerdasan mereka dan lebih menakutkan lagi bagaimana kelak mengendalikan "sesuatu" yang kecerdasannya akan melampaui ras manusia?

Intinya di sini menurut beberapa kalanagn yang pro adalah, baik A.I. maupun AGI tidak akan menjadi entitas yang terpisah, itu akan menjadi bagian dari pikiran manusia maju. Ini tidak akan berbalik melawan kita, karena itu kita akan melaksanakannya.

3. LALU MENGAPA KITA MASIH BELUM MEMILIKI A.G.I?

Kita sedang mengembangkan A.I dasar. Dan ingat setiap permulaan adalah milestone menuju kepada perkembangan kemajuan yang berlanjut dan sulit diprediksi. A.G.I menurut pilosofinya adalah "sesuatu yang memiliki kesadaran akan keberadaan dirinya, cerdas dan mandiri" dan tahu perbedaan dirinya dengan makhluk lain semisal manusia. Akan tetapi persoalannya hingga kini belum ada komputer yang memiliki syarat kekuatan untuk menjalin syaraf kecerdasan seperti itu. Memang teknologi komputer terus berkembang pesat, semakin kecil semakin nano, akan tetapi untuk sampai kepada pilosofi A.G.I terlihat masih jauh di depan. Beberapa kalangan yang mencetuskan ide Singularity meyakini itu akan tercapai pada tahun 2035 yang akan datang setelah mengkalkulasi perkembangan teknologi komputing yang semakin cepat dan cepat.

Komputer zaman sekarang jauh dari kapasitas untuk menopang kehadiran sebuah A.G.I. kemungkinan paling cepat hal itu bau akan menjadi kenyataan adalah 25 tahun atau bahkan lebih lama lagi.

Lalu bagaimana dengan SIRI dan Alexa?

Bukankah mereka menjawab pertanyaan setiap kali kita bertanya, umumnya jawaban mereka benar atau tepat walau terkadang tidak bisa menjawab mereka dengan santun akan meminta maaf.

Itu hanyalah proses pengolahan informasi dengan kecepatan perdetik mereka sebenarnya tidak mengerti apa apa tentang pertanyaan kita mereka masih A.I. biasa berdasarkan teknik menterjamahkan, mereka tidak memiliki kesadaran, mereka harus dihidupkan baru bereaksi, mereka samasekali tidak mandiri seperti yang kita maksudkan dengan sebuah A.G.I.

Jadi, dalam filem Marvel Jarvis adalah kombinasi A.I dan A.G.I dan sedangkan vision adalah A.G.I sepenuhnya yang akhirnya menjadi manusia sungguhan karena telah memenuhi prosedur dan persyaratan tertulis sebagai manusia.

4. AKANKAH A.G.I BENAR BENAR SAMA CERDASNYA ATAU BAHKAN MELEBIHI MANUSIA?

Riset telah dilakukan hingga tidak terhitung jumlahnya, menyelidiki cara kerja neuron otak manusia dan kaitannya dengan kesadaran kognitif yang telah kita miliki, beberapa hal telah mampu diungkapkan dan bahkan ditiru. Dan sebuah pencapaian telah dilakukan oleh sebuah badan usaha yang disebut Deep Learning yang terinsipirasi oleh rancangan neuron dan cara kerja otak manusia, sejauh ini mesin buatan itu mampu memperidiksi apakah seseorang akan mengatakan "A"atau akan mengatakan "B" dan mampu mengenali atau mempelajari mana gambar seekor anjing dan mana seekor kucing saat di tunjukan gambar kepada mesin tersebut. Tentu saja ini adalah permulaan yang luar biasa! Mesin yang mampu belajar dan dilatih layaknya seperti makhluk hidup.

Hal ini mengindentifikasikan bahwa mesin ternyata cukup bagus untuk belajar dan bisa menjadi "super manusia" hanya saja persoalannya adalah manusia mampu merasakan banyak hal melalui seluruh anggota tubuhnya. Well, manusia juga mampu membuat bagian bagian mesin yang memiliki sensasi rasa terhadap otak mesin dan menopang kecerdasan mereka. lalu apa yang akhirnya tersisa pada manusia sebagai perbedaan akan siapa yang lebih memiliki keunggulan?

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apa kategorinya sehingga suatu makhluk dapat dikatakan sebagai manusia? Cerdas, memiliki kesadaran kognitif, berbudaya? Bukankah hal tersebut kelak dengan mudah dilakukan oleh mesin mesin pintar?

Jangan jangan hanya tersisa: Kebodohan kita, seperti yang dicemaskan oleh steven Hawking. Tetapi jangan meremehkan manusia sebagai makhluk yang sejauh ini sangat pintar beradaptasi.

Intinya kita telah terbantu memecahkan banyak masalah berkat A.I. Akan tetapi dengan A.G.I masalah seperti itu akan dapat dipecahkan lebih musah, lebih cepat dan sekaligus sebuah A.G.I. akan memiliki banyak solusi alternatif yang dapat mereka berikan kepada kita...

Comments

Populars

Postingan terkini: