KETAHUILAH! MEDSOS ADALAH MATA MATA YANG PALING MEMATIKAN BAGI PRIVASI ANDA.

Anda para wanita bilang anda tidak memasang photo asli pada profile medsos, jadi apakah anda merasa aman? Jika anda berfikir medsos itu aman bagi privasi anda maka kami akan menjelaskan, mengapa sebenarnnya anda keliru besar.
Tidak hanya menjadi potensi bahaya bagi terbongkarnya rahasia privasi kita pada saat kita bersosial media di Facebook, instagram, dan sejenisnya, dan kita memang pada masa ini tidak begitu perduli dengan ruang dan keberadaan privasi kita. Pernahkah anda melihat iklan yang begitu menarik bagi anda dihalaman facebook tetapi tidak dilihat oleh orang lain pada saat mereka membuka halaman yang sama? Karena mereka disuguhi iklan lain yang sesuai dengan minat mereka masing masing. Itu hanyalah pertanda kecil yang harus dipertanyakan, tetapi sekali lagi apabila kita menganggap hal itu tidak berbahaya sebaiknya tunggu dulu, baca artikel ini sampai habis.

Sistem A.I. sekarang begitu pintar dimana sistem ini tertanam pada setiap platform medsos dengan tujuan tertentu: untuk untuk mengintip kegiatan penggunanya dan menargetkan bisnis, akibat yang paling berbahaya adalah apabila informasi kita bocor ke tangan yang salah dan disalah gunakan.

Well, walau kadang kita juga suka jengkel habis sama iklan yang suka menutup halaman namun bukan hal itu yang yang menjadi ancaman privasi tetapi proses pada saat segala sesuatu ditampilkan di halaman medsos anda.

MEREKA MENGIKUTI KITA SAMPAI KEDALAM TOILET!
Berlebihan? Tidak juga. Ketika anda membuka browser dan bersilancar di Internet "mata mata" facebook sebenarnya tetap berada disamping anda, hal itu terjadi karena anda telah memasang aplikasi facebook di tablet dan ponsel anda.

Karena pada saat anda keluar dari aplikasi facebook tetap mengikuti anda bersilancar untuk mengintip paling tidak produk apa yang paling anda sukai untuk di lihat dan di klik, dengan cara itulah nanti facebook akan menyuguhkan iklan kehalaman anda untuk di klik, dengan mengklik iklan Facebook akan mendapat uang. Itu hak facebook dan itulah bisnis akan tetapi bagaimana dengan hak privasi kita? Kita tentu tidak mau menjualnya dengan harga itu.

Paling tidak"Setiap website yang kita kunjungi akan bercerita banyak perihal diri kita" begitu kira kira istilahnya dan facebook melakukan tracking terhadap setiap website yang telah kita kunjungi ketika kita kembali ke medsos tersebut tiba tiba kita dihujani oleh penawaran penawaran yang sama mengganggunya dengan telepon dari para sales konvensional yang juga entah darimana mengetahui nomor telepon kita. Sepertinya ada pihak pihak tertentu yang sedang memperjual belikan barang barang berupa informasi pribadi kita kepada pihak pihak lain yang tidak ada hubungan dan sangkut paut urusan dengan kita.

MEREKA MENGATAKAN AKAN MELINDUNGI PRIVASI KITA. BULSHIT!
Term of condition telah disodorkan pada saat kita mendaftar ke facebook, kita disuruh membaca baik baik, segera anda akan tahu banyak celah pada "perjanjian" itu. Kita diminta email, dan dibujuk untuk memberikan lebih banyak informasi dari tingkat pendidikan hingga nomor telepon. Tetapi itu ternyata semuanya tidak pernah cukup, bahkan ketika kita keluar dan menutup facebook mereka "mengikuti" kita dan tetap berada disamping kita tanpa terlihat - menonton apa yang sedang kita tonton, merekam (tracking) segala kegiatan kita di situs lain.

ANDA BILANG ANDA TIDAK MEMASANG PHOTO ASLI ANDA SEBAGAI PROFILE MEDSOS?
Lebih jauh mungkin anda tidak akan percaya kepada hal ini, beberapa aplikasi bahkan mampu melihat isi hape, isi tablet dan isi desktop mapun laptop hingga walaupun seseorang tidak membuat photo profile di halaman medsos mereka namun wajah mereka tetap diketahui dari folder album didalam perangkat yang telah kita berikan ijin "akses" (entah sampai dimana akses ini berlaku sehingga sejauh itu mereka dapat masuk) sehingga seorang muslimah yang beralasan tidak akan memposting photo photo asli mereka sesungguhnya adalah komitmen yang sangat rapuh di medsos, photo anda dengan mudah "dicuri" lalu berpotensi tersebar dan disalah gunakan.

Baca baik baik terkadang inilah ijin yang harus anda berikan kepada aplikasi pihak ketiga di medsos berupa:

  • mengakses lokasi anda, artinya dimanapun anda berada anda dalam track!
  • mengakses photo dan informasi anda, artinya tidak tertutup kemungkinan mereka mencuri photo pribadi dengan trik tertentu.
  • mengakses nomor telepon dan nomor teman teman anda artinya mereka tahu tentang anda melebihi anda mengetahui diri anda sendiri, mereka akan mendapatkan informasi lebih jauh dari dengan siapa anda berteman tanpa anda dan teman teman anda sadari.
  • mengakses email anda
  • dll.

Anda mungkin tidak menginginkan hal ini terjadi, facebook mungkin saja melihat dan lebih mengetahui semua kegiatan orang orang yang suka mengunjungi situs porno dan jenis filem porno seperti apa yang sering mereka tonton lalu mengkelompokan prilaku seperti ini sebagai katergori "adult" atau dewasa. Bagi facebook itu hanya data, tapi bagi sisi manusia itu adalah penelanjangan dan sangat melukai privasi.

Dan yang lebih menyedihkan lagi VPN (virtual private network) yang seharusnya bisa menjadi alternatif bagi seseorang untuk bersilancar di internet dengan lebih aman dan privat malah menjual informasi sensitif penggunanya ke medsos seperti Facebook dan semuanya itu adalah bisnis. Jadi musuh utama privasi adalah prilaku bisnisnya para pemilik Medsos.

POTENSI BAHAYA EPISODE BERLANJUTAN
Saya tidak dapat membayangkan, pada saat seseorang sangat tertutup terekspos ke publik, tiba tiba saja banyak cerita meledak. Orang mulai menggali gali informasi pribadi orang lain melalui medsos, pihak kepolisian, penyidik, penuntut umum hingga para netizen. Sebenarnya secara moral harus dipisahkan kasus privasi dan kasus hukum. Dan oleh karena informasi pribadi seseorang dapat dikumpulkan melalui medsos dan segala sesuatu terkait dengannya. Rumahnya, postingannya, selingkuhannya, kelemahannya, pernyataan pernyataannya dijadikan sebagai penguat bukti. Beberapa keputusan pengadilan diikuti oleh kerugian atas pencemaran nama baik yang kadang tidak tertanggung beratnya secara moral.

ALTERNATIF BAGI PEGIAT ONLINE:
Apapun yang mereka lakukan pada akhirnya semua letak kesalahan akan berada di tangan kita sebagai pengguna, mereka adalah para raksasa bisnis. Dan pada saat kita mendaftar sebagai pengguna Facebook misalnya kita diminta kesediaannya memberikan beberapa informasi sebagai persyaratannya. Pertanyaannya mengapa kita bersedia, walaupun mereka juga berjanji akan melindungi kerahasiaan privasi kita.

Yang hanya bisa kita lakukan adalah, diantaranya:
1. Pilih VPN terpercaya (beberapa VPN terbukti telah menjual informasi para pribadi penggunanya kepada pihak lain demi bisnis)

2. Browser seperti FireFox menawarkan ekstensi yang bernama Facebook Container yang dapat mencegah Facebook daripada mengikuti dan melakukan tracking terhadap kegiatan kita saat bersilancar diinternet. Namun tidak ada penjelasan lebih jauh apakah ekstensi serupa tersedia untuk mencegah medsos lain melakukan "pengintaian" yang serupa.

3. Kurangi kebiasaan mengumbar status sensitif di medsos (Lebih baik lagi jika anda mengurangi kegiatan bersosial media), Perbanyak berinteraksi dengan dunia nyata.

4. Pindah ke media sosial yang lebih aman. Atau tinggalkan saja dunia medsos jika memang tidak menguntungkan.

Kami menulis ini karena anda sangat berharga.


Comments

  1. Kadang cara seseorang bersosmed bisa menciHarus bijak dalam bersosmed.

    ReplyDelete
  2. Yes tergantung bijak dan tidaknya kita bersikap, bukan hanya di medsos, di dunia nyata juga

    ReplyDelete
  3. susah la sekarang,,

    dah tiada privasi apabila data kita orang boleh akses sesuka hati

    ReplyDelete
  4. Intinya kalau saya bersosmed harus punya aturan juga, jangan banyak melakukan yang netgatif, kalau iya pasti nama kita juga yang jelak jadinya..

    ReplyDelete
  5. Yang jelas buat para pegiat online sosmed itu sangat perlu, tapi tentu saja harus memiliki batasan

    ReplyDelete
  6. Harus bisa membedakan yang mana ranah pribadi atau keluarga, dan yang mana hal-hal yang boleh diketahui publik. Seperti kamar tidur tak sepatutnya untuk diekspos di media sosial.

    ReplyDelete
  7. Pagi sahabat semua tidak kira sama ada abang, kakak, tante dan om sekalian terimakasih telah membaca tulisan Anissa. Salam Blogger.

    ReplyDelete
  8. Sayangnya sekarang sedikit yang baca TOS, kebijakan kalau dilanggar pihak penyedia medsos maka itu bisa dibawa ke jalur hukum kok om. Ingat kan dulu tu masalah kebocoran data facebook

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar. Hak privasi harus dilindungi sepenuhnya

      Delete

Post a Comment