3 MITOS HANTU KEPERCAYAAN SUKU BANJAR

Suku Banjar berasal dari Kalimantan, kota asli mereka adalah Banjarmasin. Namun sebagian mereka telah tersebar keberbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, hingga Jayapura berbaur dengan suku suku lainnya. Seperti umumnya suku lain yang memiliki kepercayaan, terutama orang orang tua zaman dulu, mereka memiliki kepercayaan supernatural tentang hantu, Jin dan berbagai orang halus. Dibawah ini adalah yang paling terkenal diantaranya:

1. HANTU SULUH
Hantu suluh itu sering diakui dilihat oleh orang orang tua pada zaman lampu sulut memakai minyak tanah di pedesaan. Hantu suluh ini sering terlihat pada malam hari membawa suluh sejenis obor yang menyala di persawahan ditepi sungai, menurut kepercayaan dan cerita dari mulut ke mulut hantu suluh suka mencari ikan dan kadang merugikan nelayan yang mencari nafkah dengan menjadi nelayan penangkap ikan di sungai.

Entah bagaimana sebenarnya bentuk dan ujudnya tidaklah terlalu jelas selain suka membawa obor diantara tanaman padi atau rumput rumput tinggi karena makhluk ini tidak bisa di dekati alias suka main kucing kucingan. Dia akan menjauh apabila ada yang mencoba mendatangi dari arah manapun dan menghilang dari pandangan. “Suluh” itu sendiri dalam bahasa Banjar dan Melayu berarti obor dan obor bisa dibuat dari bahan berupa daun kelapa kering yang di bakar atau kayu berupa tongkat pendek yang dililit kain lalu dicelupkan ke minyak tanah dan dibakar untuk menjadi penerangan. Kalau di pikir pikir bisa saja seseorang melakukan ini untuk mencuri ikan dan ketika di datangi segera pergi sambil memadamkan suluh atau obor tersebut.
Pada zaman sekarang hantu hantu ini jarang sekali atau hampir tidak pernah terlihat lagi, mungkin karena banyaknya jenis penerangan yang dipergunakan oleh penduduk sehingga mengalahkan cahaya obor mereka. Namun kepercayaan ini masih dapat kita gali dari orang orang tua Banjar yang tinggal di desa desa terpencil.

2. HANTU KUYANG
Diantara kepercayaan berkaitan dengan hantu di tengah masyarakat Banjar jenis hantu kuyang ini adalah yang paling mengerikan. Hantu ini adalah jelmaan dua dunia: Siang berujud manusia (wanita) dan pada malam hari berubah ujud menjadi makhluk halus yang mengerikan. Kuyang pada saat mengincar korbannya berujud kepala dengan isi perut terburai mirip kepercayaan orang Bali tentang setan Leak dan di Sumbar disebut hantu palasik.. Konon ceritanya alasan wanita menuntut ilmu Kuyang adalah karena ingin awet muda, selalu di sayang suami dan juga alasan kekayaan. Ketika seorang wanita yang memiliki ilmu kuyang mau berubah ujud dia akan mengoleskan sejenis minyak yang bernama “minyak kuyang” mengelilingi lehernya dan itu adalah ritual untuk mencabut kepala yang akan terlepas dari tubuhnya kemudian terbang mencari mangsa. Mangsanya adalah wanita hamil dan bayi yang baru dilahirkan.

Kelemahan hantu kuyang adalah bawang putih dan bawang merah, kuyang juga takut dengan kapuk yang dijadikan alas tidur, alasannya kapuk itu mudah melekat ke jeroan atau perut lilit kuyang dan akan membuatnya menderita. Sehabis Kuyang minum darah manusia dia akan kembali ketubuhnya. keesokan harinya wanita pemilik ilmu ini menyembunyikan lehernya dengan membalutnya dengan selendang agar bekasnya tidak terlihat orang.
 Konon wanita pemilik ilmu kuyang susah meninggal dan menderita sekali pada saat menjelang ajalnya. Nyawanya seolah tidak mau lepas dari raganya kecuali ada ahli waris yang bersedia melanjutkan ilmu tersebut untuk diturunkan, biasanya adalah keluarga terdekat seperti anak prempuan, ponakan prempuan dan adik prempuan. 

Di sinilah letak paradox dan kejanggalannya, jika sudah ajal ditentukan oleh Tuhan menurut agama, mengapa pula bisa di tunda tunda oleh sebuah ilmu yang disebut “Ilmu Kuyang” dan yang kini telah lenyap? Namun mitos tetaplah mitos dan tidak sedikit orang Banjar yang masih meyakininya hingga saat ini...

3. HARIMAU/MACAN JADI JADIAN
Orang banjar zaman dulu sangat takut kepada macan jadi jadian ini karena di anggap sebagai makhluk supernatural. Pantangan yang tidak boleh dilanggar adalah membakar acan (terasi) pada waktu senjahari karena bisa di datangi oleh harimau atau macan jadi jadian ini. Macan ini suka memangsa orang yang kemalaman di hutan. 

Macan ini bisa menyamar menjadi seorang manusia yang alim dan baik hati, caranya dia mengetuk pintu gubuk orang yang sedang bermalam tersebut, melihat wajahnya yang alim orang akan mempercayainya dan mempersilahkannya masuk. Apabila sedang duduk dia suka duduk dilantai yang ada celahnya. Gubuk orang banjar biasanya dibangun diatas tongkat kayu tinggi dengan tangga naik 5 hingga 10 anak tangga dan lantainya disusun dari kayu yang bercelah. Sang macan menyembunyikan ekornya dengan memasukannya kecelah lantai tersebut untuk menyembunyikan penyamarannya.

Cara lain yang lebih canggih macan jadi jadian ini bisa juga terlebih dahulu memberi calon korbannya di hutan kue wajik (sejenis kue penganan orang Banjar) yang apabila wajik tersebut diterima apalagi sampai dimakan, maka wajik tersebut dapat menerima panggilan dari tuannya sang macan jadi jadian, akibatnya kemanapun calon mangsanya pergi si macan akan selalu mengetahuinya dan tinggal mendatanginya. BAgian tubuh yang disantap macan adalah jantung, kemaluan dan biji mata korban.
Untuk menghindari jangan sampai menjadi korban, apabila pada suatu waktu bertemu dengan seseorang di hutan perhatikan bawah hidungnya, apabila dibawah hidung itu tidak ada alur menuju bibir atas berarti dia adalah makhluk jadi jadian. Sayangnya kisah ini tidak pernah terbukti, selain memang pada zaman dahulu banyak sekali orang yang meninggal akibat terkaman binatang buas harimau...

Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup


Comments