MENGAPA ORANG TERSESAT DAN BERHALUNISASI DI TENGAH HUTAN YANG SEPI?

Amir menceritakan cerita aneh pada saat dia tersesat hingga beberapa hari di dalam hutan disebuah pedalaman kalimantan. Masa itu sedang maraknya logging iligel (penebangan kayu liar). Dia terpisah dari rombongan "pembalak" istilah atau sebutan penebang kayu liar. Pada saat dia merasa lelah dan dia merasa ingin buang air kecil dia mendatangi sebatang kayu lurus berwarna gelap berdaun lebat dan tinggi, dia buang air kecil disana.

MERASA PUTUS ASA DAN PANIK
Anehnya pada saat dia melanjutkan perjalanan mencari jalan pulang dia merasa selalu kembali lagi kepohon tempat dia buang air kecil tadi, dan itu terjadi berulang ulang hingga hutan semakin dingin dan gelap perasaan takut mulai merayapi pikiran Amir. Perasaan putus asa membuat dia duduk dan jatuh tidak sadarkan diri, lalu bermimpi aneh bertemu seorang lelaki tua yang mengatakan bahwa dia telah mengotori tempat tinggalnya.

Kita tidak melanjutkan cerita Amir saat dia akhirnya ditemukan berada disana oleh teman temannya dan dibawa ke sebuah desa untuk di "obati" oleh seorang dukun pintar. Kita akan melanjutkannya dengan keterangan para ahli: Bahwa setiap orang tanpa mereka sadari mengalami apa yang namanya berhalunisasi seperti mendengar suara maupun penglihatan visual yang dirasakan sangat nyata bagi orang yang mengalami hal tersebut, namun kadar keparahan halunisasi tentu saja berbeda beda pada setiap orang tergantung kesehatan dan kekuatan mental orang tersebut. Orang yang berhalunisasi dalam pandangan medis tidak dapat dikatakan sebagai orang yang sehat. Halunisasi terjadi karena ketiadaan rangsangan otak pada saat dalam keadaan kosong dan otak tidak bisa lagi membedakan yang mana khayalan dan yang mana kenyataan.

Kasus si Amir adalah kasus orang yang tersesat dan akan merasakan kepanikan karena cemas tidak tahu jalan pulang, pada saat dia buang air kecil pada sebatang pohon lurus tinggi berdaun lebat, beberapa jenis tanaman dibawah pohon mengandung dan memiliki serbuk kasat mata yang hanya dapat diteliti melalui laboratoriom yang apabila terkena cairan seperti kecing dan liur akan menimbulkan aroma tanpa bau dan apabila terhidu dipernapasan manusia dan hewan - apalagi pada saat kelelahan maka dengan cepat bekerja melumpuhkan saraf otak dan lalu menciptakan halunisasi visual sesuai dengan alam bawah sadar manusia, misalnya percaya bentuk hantu maka dia akan bertemu hantu yang menyeramkan dan terasa nyata sekali. Bebarapa orang bercerita tentang perkampungan dan para penghuninya yang sebenarnya tidak pernah ada.

Berpuluh puluh jenis tanaman yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan halunisasi ini telah terdaftar di dunia pengobatan kebanyakan berasal dari hutan hutan tropis dan hutan hujan seperti Amazon, India, Asia Tenggara hingga beberapa jenis lainnya juga tersebar dihutan hutan lebat dan gelap di Eropa. Beberapa jenis lagi dijadikan senjata rahasia oleh suku suku pedalaman yang masih primitif.

BAHAYA HALUNISASI BAGI SARAF DAN OTAK MANUSIA

Karena sifatnya mempengaruhi saraf dan otak, penyakit berhalunisasi apapun bentuknya sangat berpotensi merusak hidup seorang manusia, secara medis masih belum ada kemajuan signifikan yang meyakinkan secara medis untuk mengetahui dan mengatasi penyakit jenis ini. Biasanya orang kesurupan memiliki rentang periodik untuk kambuh lagi. Misalnya kasus Nana, prempuan yang selalu kesurupan pada saat bulan Ramadhannya orang muslim setelah diteliti memiliki kerusakan pada kelenjer saraf belakang dan periode penyakit terulang adalah setahun sekali, semakin parah penyakit itu akan semakin cepat periode pengulangan bisa terjadi. Penyakit ini tentu saja dapat disembuhkan dengan penangan yang tepat, persoalannya dunia medis belum terlihat melakukan riset yang serius terhadap jenis jenis penyakit serupa. Sedangkan profesi seorang dukun tidak memiliki perangkat legimitasi baik untuk kesuksesan maupun kegagalan pada saat menangani jenis penyakit ini. Seorang dukun biasanya akan berdalih jika dia gagal "Hantunya" terlalu kuat dan tidak bisa dilawan. Mengahadapi zaman ini manusia akan mencari penyebab dan cara penanganan yang tepat untuk merawat dan menyembuhkan penyakit kesurupan dan berhalunisasi

ORANG KESURUPAN BISA MEMPENGARUHI ORANG SEHAT YANG MENDEKATINYA

Jika berhalunisasi masih dalam peralihan diantara kesadaran dan ketidak sadaran, maka kesurupan adalah hilangnya kesadaran dan digantikan oleh tindakan diluar kesadaran.

Berlatar budaya dan tradisi, lingkungan menciptakan kepercayaan yang dapat mengikat prilaku manusia, pada saat orang kesurupan atau sedang berhalunisasi secara tidak sadar mereka berimprovisasi mengatakan hal hal dari alam bawah sadarnya yang telah menyimpan rangkaian pengalaman hidupnya, orang orang disekitarnya dengan presepsi yang sama percaya bahwa apa yang dikatakan oleh orang kesurupan adalah kebenaran. Menurut ahli, walaupun anda mengatakan hal yang tidak anda ketahui kebenarannya pasti akan menimbulkan penafsiran dan mirip dengan kebenaran sehari sehari anda maka, perkataan perkataan orang kesurupan cenderung disimpulkan menjadi "benar".

Sama seperti pada saat orang mendengarkan penghotbah yang bersemangat dalam kondisi dan cara yang berbeda. Dan ketika orang berada diluar bertanya kepada orang yang keluar dari dalam rumah kesurupan setiap jawaban akan bertambah tambah menjadi cerita panjang yang tidak masuk akal. Dan untuk memutuskan bahwa semua bisa teratasi, seorang harus bertindak sebagai orang "pintar" yang mengetahui seluk beluk "gaib" Tidaklah terlalu mengherankan jika orang kesurupan (baca:berhalunisasi) sebagian besar masyarakat dan keluarga percaya hal ini, maka diapun akhirnya percaya dan menyerahkan nasibnya kepada si orang pintar yang ditunjuk. Kepercayaan adalah setengah dari penyembuhan, bahkan dunia medis mengakui hal ini.

Pada kasus Amir dan beberapa orang yang mengalami halunisasi karena pengaruh tekanan psikologis alasan mengapa dia selalu kembali ke pohon tempat dia buang air kecil menurut dukun (setelah mendengar cereita Amir perihal penglihatan dalam mimpinya tentang orang tua) adalah karena dia telah kurang ajar mengencingi "rumah" orang halus.

Namun menurut ahli, dis-orientasi dan tekanan psikologis seorang tersesat adalah "tidak ingin tersesat lebih jauh" itulah sebabnya dalam keadaan tidak sadar alam bawah sadar mendorongnya untuk kembali kepohon tersebut, disana terlihat jelas perasaan putus asa sedang menguasai dirinya. Memang dibutuhkan mental yang kuat untuk menemukan jalan pulang kemanapun kita ingin pulang...

Benar kata penggalan syair:
gelap...
sendiri..
sepi....
adalah siksaan yang akan membuatmu gila
kecuali, engkau adalah lelaki kuat, tegar dan penuh keyakinan.

Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup

0 Response to "MENGAPA ORANG TERSESAT DAN BERHALUNISASI DI TENGAH HUTAN YANG SEPI?"

Post a Comment

Iklan dipasang oleh pihak ketiga, kami hanya menyediakan slot/kavling kosong, jika ada yang kurang berkenan bagi pembaca silahkan hubungi kami, kami akan menyampaikannya kembali ke pihak Google via email

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel