MENGAPA ORANG CERDAS CENDERUNG ATHEIS?

Sampai saat ini sains bukanlah segalanya, namun hasil riset dan penyelidikan seperti yang diungkapkan national geography menunjukan hal yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan dan ini hanyalah sekelumit kecil potongan kisah perjalanan spesies manusia...
illustration by pexel
HUBUNGAN AGAMA DAN KECERDASAN
Peneliti telah memasang kamera di hutan hutan cagar alam di sebuah belantara Afrika yang berpenghuni kera kera cerdas chimpanzee, hasil rekaman selama bertahun tahun bagai sebuah drama kehidupan lain yang tidak banyak diketahui oleh spesies manusia sebelumnya, diantara rekaman itu kita akhirnya tahu bangsa kera cerdas seperti chimpanzee mampu memanfaatkan batu dan kayu untuk mengolah dan mencari makanan mereka, mereka memancing menggunakan alat, memecah buah dengan batu dan megorek sarang semut dengan ranting yang mereka bersihkan terlebih dahulu dan mereka juga seolah berkabung melakukan ritual pada saat salah satu anggota penting mereka mengalami kematian. Bukan hanya itu, ada kebiasaan aneh kaum kera ini yakini melemparkan batu pada batang pohon pada siklus waktu tertentu, sehingga batu batu terkumpul pada rongga kayu. Kebiasaan aneh ini seolah tidak memiliki tujuan apa apa sampai akhirnya peneliti menyimpulkan: bangsa kera ini sedang melakukan ritual, apakah mereka percaya kepada Tuhan? Saksikan video dibawah ini:



Jika dugaan para peneliti benar, kepercayaan terhadap Tuhan itu tidak hanya terjadi pada spesies manusia, namun untuk sementara diketahui dimiliki oleh spesies hewan jenis kera seperti chimpanzee.
Sebagai referensi silahkan baca: AUTISME KECERDASAN

LALU MENGAPA ORANG CERDAS ITU CENDERUNG MENJADI ATHEIS?
Peneliti membuat sebuah model, dan anda tidak bisa menyalahkan sebuah model dalam penelitian karena tradisi ilmiah adalah melakukan penelitian dan bereksprimen, jika agama dijadikan sebagai model naluri, maka kecerdasan adalah kemampuan untuk melampaui naluri. Naluri itu datang dari luar kesadaran menuntun tindakan, sedangkan kecerdasan itu datang dari dalam diri seseorang yang memutuskan untuk bertindak bebas.

Edward Dulton dan Damitri Van Der Linden dari  Ulster Institute Inggris dan Rotterdam University Belanda, mengusulkan model penelitian ini yakni Model Ketidak cocokan kecerdasan. Model ini mencoba menjelaskan bukti sejarah dan hasil survey terbaru dari berbagai negara menghasilkan sifat yang berbanding terbalik antara Kecerdasan dan Agama, model itu hanya cocok untuk menunjukan bahwa agama itu adalah naluri atau domain yang berkembang terpisah, sementara kecerdasan itu sendiri memungkinkan manusia melampaui naluri mereka.

Jadi menurut hasil penelitian tersebut, kecerdasan dapat difahami sebagai sifat panasaran intelektual yang dapat melampui hal hal yang bersifat naluriaah dan kecerdasan itu membuka jalan menuju kesadaran non naluriah. Contoh pada beberapa tradisi yang didobrak oleh kultur sains adalah kepercayaan takhyul yang tidak pernah terbukti secara nyata, sifat panasaran intelektual mendobrak sifat naluriah yang mempercayai hal hal tidak nyata menjadi sebuah kenyataan yang jauh berbeda dari "sangkaan" orang orang selama ini. Baca juga: PENELITIAN MENYEBUTKAN ATHEIS LEBIH CERDAS

SIFAT NALURIAH CENDERUNG BEROPERASI KETIKA MANUSIA STRESS
Penyelidikan kemudian dikembangkan untuk mengetahui hubungan naluriah terhadap stress. Ketika manusia menghadapi tekanan, mereka akan merasa tenang "menyerah" kepada apa yang mereka percayai bisa memecahkan masalah mereka, dalam beberapa model penelitian orang cerdas cenderung dapat mengatasi masalah mereka dan lebih mudah terbebas dari stress, dan menemukan solusinya, model ini secara tersirat menjelaskan perbedaan "orang yang hanya terlihat cerdas dengan mereka yang benar benar cerdas", perbedaan itu tidak terlihat dari luar, harus melalui beberapa penelitian yang ketat. Banyak orang terlihat cerdas, menulis buku namun melalui referensi - (bukan orisional hasil penelitian sains dari mereka sendiri) namun mengalami stress karena ternyata mereka hanyalah orang biasa biasa saja namun dari luar penampilannya tampak luarbiasa.

Para peneliti kemudian menyimpulkan orang orang cerdas sangat berpotensi menjadi problem solver (pemecah problem, atau pencari solusi) yang baik untuk diri mereka sendiri dan orang lain, dan orang cerdas memang diperuntukan untuk mengatasi hal tersebut dan melampui naluri mereka.
Baca juga: BENARKAH SEMAKIN CERDAS MANUSIA AKAN SEMAKIN TIDAK MEMPERCAYAI AGAMA?


Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup


Comments

  1. Kecerdasan itu berasal dari segumpal protein/lendir, yang kita sebut "otak". Walaupun kecerdasan itu mampu menbuat sesuatu yang luar biasa. Namun kecerdasan itu tidak mampu keluar dari lendir yang bernama otak tersebut. Ketika manusia menjadi ateis karena cerdas, harus nya dia berpikir siapa yang telah menciptakan otak tempat kecerdasan itu di olah.

    ReplyDelete
  2. Orang cerdas cenderung atheis? Masa' sih? Hmm ... mungkin lebih tepatnya, orang cerdas lebih pragmatis, ya. Jadinya, mereka berani mempertanyakan hal-hal yang orang biasa terima bulat-bulat. Termasuk di antaranya, doktrin keagamaan. Menurut saya, orang yang tidak percaya pada supernatural being itu sedikit sekali. Soalnya, percaya pada keberuntungan saja sudah berarti percaya bahwa ada "sesuatu di luar sana". Konsep Tuhannya bisa berbeda-beda, tapi intinya orang percaya ada yang melebihi manusia atau Deus Ex Machina. Tapi kalau percaya bahwa ada supernatural being namun tidak percaya agama (misalnya percaya pada Tuhan tapi tidak punya agama), itu sepertinya lebih banyak. Pragmatis, kan - bukan Atheis.

    ReplyDelete
  3. Itu hanyalah hasil penelitian, tapi memang orang cerdas lebih berani "melanggar tabu", berlogika dan tidak mau percaya begitu saja terhadap sebuah penjelasan tanpa bukti, walau memikirnkannya secara diam diam, mereka memang lebih pemikir, ketimbang penganut...

    ReplyDelete
  4. Menurut saya itu ada ada benarnya, walau ada salahnya juga pada faktanya terlepas orang meyakini atau tidak meyakini sesuatu kepercayaan, sering lebih terkait kepada logika cara berfikir mereka.
    Disinilah kadang sumbernya "kesalahan" itu, namun memang mereka yang cerdaslah yang kebanyakan menemukan banyak hal hal yang justeru kini kita manfaatkan untuk kemudahan hidup: komputer, AI, dll

    ReplyDelete

  5. Nice And Very useful info,your info is quite helpful to forever.
    This article important and really good the for me is.
    Thanks!

    https://www.lukhidiamond.com/LOOSE-DIAMONDS

    ReplyDelete
  6. Suresh lukhi, I just wrote what I thoutght suitable..I think you are good with your site, honestly we almost the same...:D

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment