JANGAN TERPAKU PADA MODAL UNTUK MEMULAI SESUATU, TETAPI LANJUTKANLAH HIDUP!

"Karena setiap pekerjaan itu hanyalah sementara" 

Untuk memulai suatu usaha orang butuh modal dan modal selalu uang, hampir semua orang mempercayai itu. Saya juga hampir percaya, tapi kita tidak seharusnya menyerah terhadap situasi yang membuat kita merasa berputus asa, tidak punya modal lalu menyerah dan hidup kita bisa jalan di tempat!
Hari ini mungkin kita masih bekerja disebuah perusahaan, masih ada penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan sekeluarga, dari sandang - pangan hingga beaya sekolah anak anak. Tetapi waktu akan terus berlalu dan bisnis perusahaan tidak akan pernah sama keadaannya sepanjang waktu yang bergulir, tidak ada kepastian yang pasti selalu akan terjadi perubahan. Anda dapat bertahan dan menyesuaikan diri dilingkungan perusahaan, dari kenyamanannya maupun tekanannya "Apa boleh buat" kita harus menerimanya, suka atau tidak suka.



Sampai suatu hari anda berkaca melihat kerutan diwajah, uban dirambut dan tatapan mata yang lelah bercerita, bahwa kita telah hampir sampai diujung mimpi: "Sebentar lagi saya akan pensiun!" Dikepala anda terbayang anak dan isteri yang masih membutuhkan banyak beaya hidup, termasuk pendidikan untuk mengantarkan mereka kepada masa depan yang lebih baik. Jika anda gagal, anda akan menyalahkan diri anda sendiri. Dalam hidup yang namanya keberuntungan tidak datang setiap saat dan tidak pula menghampiri setiap orang, keberuntungan itu datang setelah anda berjuang dengan tujuan dan strategi yang tepat, atau bagaimana anda memanfaatkan sumberdaya yang sekarang sedang anda miliki, berupa ketrampilan, skill dan juga sedikit uang. Jika anda tidak menyadarinya hingga sekarang kemungkinan nasib buruk akan segera menghampiri anda.

Jika anda hanya sekedar memiliki uang tanpa pengatahuan dan ketrampilan atau keahlian tertentu, uang akan segera habis dan ketika uang telah habis anda sudah tidak memiliki apa apa lagi. Orang yang tidak memiliki apa apa amat gampang tergoda oleh perasaan putus asa. Untuk memulai sebuah usaha yang pertama anda butuhkan adalah tekad, orang yang penuh tekad akan mencari cara untuk mewujudkan impiannya. Dan orang yang memiliki tekad tidak akan menyia nyiakan impiannya.

MEMULAI SESUATU DAN BAGAIMANA CARA MEMULAINYA TANPA MODAL?

Dengan asumsi bahwa anda bukanlah anak kecil lagi yang sedang mencari jati diri mereka maka pertanyaan itu mungkin telah berputar putar di kepala kita, tetapi sesungguhnya itu hanya dilakukan oleh orang yang sedang kebingungan dan sedang tidak memiliki apa apa untuk dimulai, memulai apa? Apakah anda yakin anda bisa memulai membuka sebuah toko dengan modal uang? Pernahkah anda berfikir sejak kapan anda memiliki bakat itu? Jangan jangan anda hanya ingin mencoba setelah melihat keberhasilan orang orang, pernahkah anda berfikir sesungguhnya mereka dulu tidak memulainya melainkan "mewujudkan" bakat mereka sejak kecil? Tuan Petani memang telah berdagang semenjak dia kecil  walaupun pada waktu itu dia tidak memiliki toko, dia diam diam melakukan bisnis jual beli tanpa disadari nya, semacam kesenangan dan hobi dan itu berjalan karena dia menikmatinya. Kita tidak mengetahui cerita setiap orang. Steve Jobs memang memiliki ketertarikan terhadap teknologi sejak dia masih kecil, dan dia hanya "mewujudkannya" terus menerus sampai suatu ketika Apple berkembang menjadi sebuah perusahaan yang paling berharga di atas permukaan bumi. Jika anda tiba tiba ingin menjadi seorang petani atau seorang pedagang padahal anda belum pernah melakukannya maka kemungkinan peluang anda gagal dan kehilangan modal akan menjadi semakin besar.

Jadi jangan "memulai sesuatu" jika taruhan nya adalah masa depan akan tetapi lanjutkan aset tersembunyi dari dalam diri anda sendiri. Jika anda memang memiliki naluri kuat sebagai seorang pedagang dan anda sering melakukannya sejak kecil maka lanjutkan secara konsisten hari ini. Jika anda memiliki bakat terpendam, hidupkan dan memulainya kembali. Ingat "memulai kembali" tidak pernah sama dengan hanya sekedar "memulai". Coba di ingat ingat, apa sih sebenarnya bakat terpendam anda? Barangkali menjadi seorang guru ketika anda mengingat betapa waktu kecil anda suka mengajari adik adik anda dan mereka ternganga angankan mendengar anda bertutur cerita. Jangan dibuang bakat itu karena itu adalah "aset" anda yang berharga.

Sejak SLTP saya ingin sekali menulis, mungkin pada waktu itu saya terihat terlalu naif, saya mencoba menulis dan menggunakan mesin tulis orang tua saya dan lalu  berpuluh puluh tahun impian saya tidak pernah kesampaian dalam artian tulisan saya dapat diterbitkan dan dibaca orang. Lalu datanglah zaman hape yang memiliki internet tiba tiba impian masa lalu saya bangkit oleh sebab melihat peluang: Dunia dapat terhubung oleh internet dan saya harus memanfaatkannya. Saya mencoba membuat blog gratisan dan mulai menulis, saya anggap saya sedang melatih dan mengasah keahlian saya. Membaca, apalagi menulis dan menerbitkan tulisan telah memaksa saya mengasah kemampuan logika dan berfikir praktis, dan oleh karena saya juga butuh uang demi menopang hidup, saya mulai memonetesi website yang sedang kelola agar menghasilkan sedikit uang. Sungguh saya tidak pernah berfikir bahwa saya sedang memulai usaha dan pekerjaan ini, saya hanya sedang "melanjutkan" apa yang sebenarnya telah ada didalam diri saya sejak dahulu kala. Dan itu adalah aset pribadi yang harus saya pelihara dan ditingkatkan.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


*Tulisan ini saya dedikasikan buat adik perempuan saya, dia yang dulunya hanyalah seorang isteri yang telah mencoba mempertahankan keluarganya, lalu diceraikan dan dengan hanya memiliki sedikit kecerdasan, kegigihan tanpa pendidikan berhasil melewati kesulitan hidupnya. Sekarang dia benar benar telah menjadi tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab terhadap ibu dan adik adik..


Comments