MUNGKINKAH BUKAN ALASAN SAYA UNTUK TIDAK MEMBELI iPhone X?

Di seluruh dunia dalam 24 jam telah  memperbincangkan iPhone X yang akan di paket dengan sistem terbaru iOS 11. Namun meskipun gaget telepon ini adalah - mungkin - perangkat flagship yang paling menarik yang pernah di buat oleh Apple, bagi saya sangat sulit untuk memiliki gaget ini tanpa melihat alasan di bawah ini:



1. HARGANYA TERLALU MAHAL.

Apple memang perangkat premium, Apple tidak pernah sekalipun membuat perangkat seluler kelas level entry, maupun kelas menengah, Apple selalu menyasar kelas atas, high end level. Di atas dunia ini dengan 7 milyar manusia hidup diatasnya, orang yang dapat dikatakan "kalangan atas" itu tidak lebih 10% saja. Namun benar jika kamu menginginkan sesuatu kamu berhak mendapatkannya. Itu jika dilihat dari sudut pandang sebuah kasus, dalam "kesepakatan" kelas dan jenjang kehidupan jelas saya termasuk orang yang "tidak harus" memiliki gagdet semahal itu. Masih banyak hal lain yang harus saya penuhi dengan penghasilan saya yang "hanya segini segini" saja.

Berapa harga iPhone X yang paling murah?
Di tempat asalnya di Amerika sana iPhone X 64 GB di patok dengan harga 13 jutaan, yang 256GB dipatok dengan harga 15 jutaan, sedangkan yang 512GB berada dikisaran 17 jutaan. Jika iPhone itu sampai ke Indonesia maka harganya akan ditambahkan dengan pajak impor maka taksiran harga iPhone X di Indonesia normalnya adalah berkisar antara 17 - 23 juta rupiah per unitnya.

2. SEBENARNYA TIDAK ADA  FAKTORNYA "X" NYA. 

iPhone X di kemas dengan teknologi yang paling mutakhir, punya kamera ganda, tanpa bezel, chipset yang kuat, dan support charger nirkabel. Masalahnya adalah teknologi yang disematkan ke iPhone X ini tidaklah benar benar baru, semua itu telah ada terdapat pada sejumlah smarphone Android. Lihat saja Galaxy S8 telah memiliki layar kurva, tanpa bezel, Note 8 memiliki S-pen, bandingkan juga dengan ponsel motorola MOTO MODS yang memiliki shutter display atau onePlus yang telah memiliki charger nirkabel sebelum iPhone X "dilahirkan" kedunia ini.

Kelihatanya Apple telah berhenti berinovasi, Apple mulai mengikuti trend meniru dan mengikuti apa yang di minati oleh pasar. Ikut ikutan memasang "faktor X" yang telah dibuat oleh vendor lain. Itu bedanya Apple zamannya Steve Job dengan zaman sekarang. Di zamannya Steve Job Apple menciptakan selera pasar, atau sesuatu yang baru dan selalu jadi hit di pasaran sedangkan pada saat ini Apple kehilangan kemampuan berinovasi dan hanya membuat gaget menuruti selera pasar. Saya tidak mengerti strategi ini.

3. TAMPILAN FISIK BIASA BIASA SAJA

Lihatlah letak dual kamera yang berbaris vertikal, tidak semua orang menyukai itu, secara pribadi saya lebih suka dengan tata-letak dual kamera yang berjejer horisontal dan letak kamera di layar depan menodai tampilan tanpa bezel letak kamera seolah memangkas layar tanpa bezel ini dengan pola hitam. Tidak lagi rasa simetris bentuk atas dan bawah . Coba bandingkan dengan bentuk Samsung s8 dimana mereka meletakan kameranya?

4. PEMINDAI SIDIK JARI HILANG

Tidak ada lagi pemindai sidik jari, entah bagaimana strategi bisnis Apple, beberapa waktu lalu mereka menghilangkan lubang jack audio pada iPhone 7, sekarang mereka menghilangkan pemindai sidik jari. Namun alasan mengganti fitur keamanan smartphone level menengah ke atas dengan dengan fitur pengenalan wajah 3D cukup berharga untuk di pertimbangkan, Namun ada  kelemahannya: Untuk membuka pengunci iPhone kamu mengangkat iPhone dan mendekatkannya ke wajah, pastikan kamera tepat ke wajahmu, setelah kamera mengenalmu barulah kamu dapat membuka layar dengan menyapu layarnyanya. Untuk sementara ini, membuka dengan sidik jari jauh lebih cepat ketimbang membuka layar dengan fitur pengenalan wajah, entahlah nanti kalau fiturnya sudah semakin cepat dan sempurna dengan update update baru.

Problem sebelumnya dengan pengaman menggunakan pengenal wajah pada smartphone tidak terbukti benar benar aman. Seseorang misalnya bisa menipu fitur ini dengan sebuah poto, namun Samsung Galaxy s8 mengklaim "tipuan poto" seperti kejadian yang sudah sudah tidak akan berlaku dengan fitur pengenalan wajah 3D itu berarti hanya satu orang yang bisa membuka smartphone kamu diantara sejuta orang yang mempunyai kesempatan.

5. MASUK DALAM SPT TAHUNAN

Jika saya beli iPhone X yang mahal berarti saya memiliki barang mahal, kalau saya tidak mengakuinya berarti saya tidak jujur. Ada alasan khusus orang beli barang mewah, yaitu "mempamerkannya" jika saya mempamerkannya maka saya tidak keberatan mendaftarkannya dalam SPT tahunan saya. Artinya saya memang orang kaya yang taat membayar pajak.
DIRJEN PAJAK: PONSEL HARUS MASUK SPT TAHUNAN
Saya tidak keberatan membayar pajak, itu kewajiban bernegara dan menunjukan kita adalah warga negara yang baik. Akan tetapi terasa sia sia membeli barang mewah jika orang menyangkanya itu adalah barang palsu karena saya mengelak pajak atau membelinya di black market secara illigal.

Memang kita telah membayar pajak pada saat membelinya, namun jika membeli banyak barang mewah pada akhirnya harus di catat pada SPT tahunan berarti menambahkan informasi lain ke dalam data publik secara online, itu bisa berarti membuat informasi telanjang tentang diri kita, tidak ada jaminan informasi kita tidak bocor ke publik dan di ekspos oleh orang tidak bertanggung jawab karena sampai saat ini saya tidak jelas bagaimana pemerintah melindungi informasi yang tidak ingin diketehaui oleh orang lain bagi warganya. Saya sering kecewa dengan Telkomsel karena ada saja orang orang atau perusahaan perusahaan jasa yang mengetahui nomor telpon pribadi saya dan menghubungi saya tanpa saya kehendaki. Dan itu saya anggap sangat mengganggu privasi saya. Darimana mereka tahu nomor saya kalau bukan dari orang dalam telkomsel? Mengapa sereing tidak meminta izin, apakah pemerintah juga akhirnya berwenang mengekspos hal hal privasi warganya? Saya mengerti apa yang saya inginkan dan sayangnya tidak banyak pilihan untuk itu.

Kesimpulan:
Namun sebenarnya masing masing orang memiliki alasan mereka sendiri untuk membeli atau tidak membeli, harga bukanlah persoalan walaupun kadang kebutuhan itu melebihi batas kemampuan normal daya beli kita. Segala kekurangan dan kelebihan tidak masalah untuk sebuah "brand" yang sudah terlanjur kita cintai. Seperti seseorang apabila sudah jatuh cinta kepada seseorang, maka alasan logis sekalipun akan menjadi tidak masuk akal.

JIKA KAMU MENYUKAI TULISAN INI, SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR, TERIMAKASIH SALAM KENAL :)


Comments

  1. Wah, harganya lumayan juga...
    bisa buat beli 2 sepeda motor bekas...
    3 malah...
    hihiiy..

    ReplyDelete
  2. Ukuran ini nih jadi penting punya kamera ganda, tanpa bezel, chipset yang kuat, dan support charger nirkabel.

    ReplyDelete

Post a Comment