4 MITOS DARI ORANGTUA KITA DULU

Orang zaman dulu terkenal bijak, namun juga sering meninggalkan mitos yang kemudian jika diteliti ternyata tidak selalu benar. Di negara kita mitos mitos tersebut masih banyak tersisa hingga kini, namun seiring waktu hilang dari kehidupan sehari hari, mungkin mitos mempunyai makna tersembunyi, sayangnya zaman sekarang ketika syaraf anak manusia berkembang semakin rumit, orang mulai merubah cara bermitos dengan asumsi asumsi logika.



1. MATA PELAJARAN ANAK ZAMAN DULU JAUH LEBIH HEBAT DARIPADA MATA PELAJARAN ZAMAN SEKARANG.
Ilustrasi Sekolah rakyat zaman Jepang
Yang satu ini mulai tidak dipercayai lagi, ketika orang tua tua berkata: Lulusan SMA sekarang sama saja dengan lulusan sekolah rakyat zaman dulu. Jika mereka mengatakan bahwa pelajaran anak SMA sekarang lebih rendah ketimbang sekolah rakyat yang zaman sekarang adalah sederajat SD tentu saja itu sangat mengherankan dan tidak masuk akal, faktanya, setelah mempelajari beberapa referensi buku pelajaran dan manuskrip lama, sekolah rakyat zaman dulu bahkan jauh kalah bagus daripada sistem pendidikan anak SD zaman sekarang secara sistem, jumlah mata pelajaran maupun kerumitan mata pelajarannya. Mengapa mereka mengatakan sekolah rakyat sebanding dengan SMA zaman sekarang?
Mungkin, karena zaman dulu langka sekali orang bisa bersekolah, jadi biarpun mereka lulusan SR (sekolah rakyat) lulusannya akan sangat mudah mendapatkan predikat "orang berpendidikan" dan mudah pula mendapatkan pekerjaan. Kalau zaman sekarang pendidikan adalah hal yang lumrah, bahkan adalah hal biasa jika kita melihat seorang insinyur jadi pengangguran.

2. ORANG ORANG DULU PANJANG UMUR TERUTAMA ORANG ORANG DESA.
Panjang umur, saling mengasihi dan berbahagia..
Ini juga tidak terbukti. Sering kita mendengar orang mengklaim: Nenekku dulu umurnya 120 tahun. Memang benar ada satu atau dua orang dalam satu kampung yang jumlah penduduknya tentulah tidak sebanyak orang dikota - beruntung menjadi orang yang berumur panjang, ketika dilakukan penelusuran dari oleh peneliti, ada satu dari seribu penduduk kampung dengan "genetik" panjang umur, mereka diteliti dari makanannya, ternyata makanan mereka sama dengan makanan orang kebanyakan, sama saja makanannya dengan anak dan menantunya yang telah meninggal terlebih dahulu di rumah tersebut. Namun setelah diteliti tenyata mereka memang memiliki genetik "panjang umur" dalam tubuh mereka mungkin warisan genetik dari genom yang turun dari beratus ratus generasi sedarah zaman dulu. Faktanya si orang tua panjang umur tersebut segera menjadi terkenal dan menjadi "ikon" panjang umur bagi orang kampung, menjadi yang sepuh dan dihormati.Di ceritakan dari mulut kemulut, di bumbui bumbui, karena memang jarang sekali ada catatan tertulisnya yang dapat menjamin cerita tidak berubah setelah beredar luas.
Fakta lain adalah hidup rata rata orang orang kampung zaman dulu tidak lebih daripada usia 50-60 tahunan, orang orang dengan harapan hidup tinggi justeru hidup di kota kota makmur seperti Tokyo, Singapura dan kota kota di Eropa yakni dengan harapan hidup diatas rata rata 75 tahun. Bahkan dibeberapa kota di Jepang banyak ditemukan orang orang berusia diatas seratus tahun.

3. ORANG ORANG ZAMAN DULU LEBIH BESAR, KUAT DAN CERDAS DARIPADA ORANG ZAMAN SEKARANG.
Ilustrasi, terima atau tidak terima manusia memang terus berevolusi dari masa kemasa..
Mitos ini juga salah. Peneliti sepakat orang zaman sekarang adalah lebih sempurna susunan fisiknya ketimbang orang zaman dulu, volume otak walaupun sangat halus terus membesar volumenya, susunan dan kegiatan syaraf semakin rumit. Kemudian peneliti menyadari bahwa orang orang di negara makmur di Asia Fasifik seperti Jepang dan Singapura semakin bertambah tinggi tubuhnya karena asupan gizi makanan yang baik. Anda tidak usah heran ketika sebuah gagdet pertama muncul seperti S3, orang bilang canggih sekali, akan tetapi orang baru sadar ketika S4 muncul, S3 telah ketinggalan update. Walau kita bukan gagdet, namun hukum alam berjalan lurus berbanding lurus dengan dengan statistik gadget itu.
Begitu juga kita terhadap anak kita pasti ada perbedaan - walau sangat kecil pada volume otak, karena mereka adalah lanjutan evolusi dari kita, mereka adalah penyempurna diri kita yang sekarang sampai akhirnya generasi berikutnya lahir evolusi berjalan terus, peneliti telah meneliti perubahan perubahan ini, ada kemampuan algoritma dan memahami hal hal matimatis dari anak anak zaman sekarang yang nyaris sulit dilakukan oleh generasi seratus tahun yang lalu. Ada kemampuan akan pemahaman yang bersifat abstrak meningkat tajam di benak benak anak anak generasi sekarang yang hanya sedikit dimiliki oleh generasi seratus tahun lalu.

4. BULAN PURNAMA

Anak anak zaman now mungkin tertawa kalau diceritakan ini. Namun pada zaman dahulu emak emak sapabila bulan purnama keluar bersama anak anaknya dan menunjuk ke bulan dan berkata kepada anaknya: "Lihat itu nenek sedang menenun pakaian di bulan" Gambaran permukaan bulan bagi mata emak emak zaman dulu seperti lukisan nenek yang sedang menenun pakaian. Itulah mungkin yang dikenal sekarang sebagai persepsi yang di akui oleh orang zaman dulu sebagai nenek sedang menyulam di bulan. Walaupun mereka tidak percaya hal itu karena tidak seorangpun yang pernah terbang ke bulan pada masa dulu bukan, namun cerita itu dirasa indah dan menjadi cerita rakyat.
Bulan purnama juga dikaitkan dengan berbagai peristiwa supernatural sebagai pertanda manusia sering menolak fakta bahwa bulan purnama itu hanyalah peristiwa rutin dari siklus alam semesta. Manusia lebih suka mengaitkan sebuah fenomena alam yang belum dijelaskan dengan keyakinan mereka ketimbang mencari tahu sebab musababnya berdasarkan fakta dan bukti, ya sebagian manusia memang menyukai mitos dan membiarkan diri mereka mempercayai sesuatu yang belum pasti dan terjebak dalam keyakinan yang tidak jelas ketimbang mencari kebenarannya melalui bukti dan fakta yang telah ada.

Nah itu tiga mitos orang zaman dulu. Mitos orang zaman sekarang adalah jika: Suka melupakan bahwa mereka ada karena dilahirkan oleh orang orang generasi terdahulu !



Comments

Post a Comment