JANGAN MENGAKU BISA MENGAMBIL KEPUTUSAN SEBELUM BACA INI

Kamu mengira mengambil sebuah keputusan itu pasti sulit ya...Dalam hidup ini seorang manusia, apakah dia seorang lelaki atau seorang wanita suatu masa akan berhadapan dengan pilihan yang sulit: Pilihan yang sulit adalah ketika harus memilih dan tidak ada pilihan UNTUK TIDAK MEMILIH. Ada masanya hidup tanpa pilihan adalah kematian dan ketika anda harus berjalan seorang diri diantara orang orang yang bersimpati dan membenci, ketika pilihan telah disodorkan oleh orang orang terdekat kita. Inilah pilihan yang paling sulit menurut versi penulis sendiri. Namun ada juga keputusan yang sulit dilakukan karena justeru masih banyaknya keputusan lain yang dianggap oleh orang lain sebagai lebih baik bagi diri kita. Teruslah membaca tulisan ini...

  1. PINDAH AGAMA
Setiap agama melarang pemeluknya pindah ke agama lain. Setiap agama ada ajaran yang ditanamkan sampai kelubuk terdalam hati pemeluknya: Agama yang kamu anut adalah agama yang paling benar, jangan pergi ke agama temanmu, jangan pindah agama walau itu agama kekasih tercintamu. Setiap agama menjanjikan kerajaan sorga jika pemeluknya setia, dimana umatnya bisa hidup kekal abadi. Sebuah keluarga dengan agama akan mencoba sebisanya menahan anggota keluarganya keluar dari agama yang telah dianutnya. Kekhawatiran akibat pindah agama bagi orang tua tidak bisa terlepas daripada konsekwensi amarah dan cibiran orang orang yang hidup selingkungan dan menganut kepercayaan yang sama.
Jadi, kalaupun anda merasa tidak ada problem pindah agama, namun konsekwensinya adalah melukai perasaan orang tua dan keluarga, boleh jadi pula hal ini akan berdampak pada hubungan keuangan, jika anda tadinya seorang ahli waris tunggal sejumlah kekayaan. Hak anda terancam DICABUT.
Mengapa meletakan PINDAH AGAMA sebagai pilihan dan keputusan yang paling sulit dilakukan oleh seseorang? Amat mudah untuk tetap memeluk suatu agama dan membiarkan keyakinan yang tertanam dihati tidak tergerus oleh logika pikiran. Tapi tidak juga mudah mempertahankan keyakinan bagi segelintir orang. Banyak orang diam diam tidak lagi meyakini agama yang dianutnya, tapi tetap menyembunyikan hal itu hingga kematiannya. Namun tidak sedikit orang berterus terang bahwa mereka telah meninggalkan keyakinannya, hal itu hanya mudah jika anda hidup ditengah masyarakat yang telah bersosialisasi dengan UUD di negara negara LIBERAL.

2. PINDAH ORIENTASI SEX - keputusan berganti kelamin
Dalam kasus normal mengambil keputusan berpindah orientasi sex dan menyatakannya kepada dunia adalah hal paling sulit terlaksana, secara teknis memang teknologi telah mampu melakukannya bagi yang punya beaya alias dana kuat tentu hal berganti kelamin bukanlah hal yang mustahil, namun tidaklah mudah!
Anda harus melawan tata nilai masyarakat yang selalu berpatok pada etika: Seseorang yang dilahirkan sebagai anak lelaki tidaklah pantas melawan kodratnya sebagai anak lelaki dengan berganti kelamin menjadi anak prempuan, "takdir" ini harus di jalani sampai dewasa dan hingga akhir hayat kita didunia. Anda harus melawan sebagian diri anda sendiri yang memberontak dari dalam, karena didalam diri anda tertanam keyakinan keyakinan yang telah disisipkan sejak kecil, keyakinan yang mungkin tidak mudah anda cabut dan akan melawan setiap keinginan yang bertentangan. Mungkin itu berupa iman dalam agama.
Disamping itu anda harus mempertimbangkan tantangan dari keluarga: orang tua, saudara dan kerabat kerabat dekat, dan lingkungan yang bereaksi negetif dan penghinaan. Anda tidak salah, tapi dimata orang banyak itu salah. Sialnya dunia ini memihak kepada suara mayoritas ketimbang suara anda seorang diri. Anda bisa saja bertengkar dengan dunia: Mengapa dengan moral? Bukankah itu hanyalah bentuk kesepakatan kuno yang telah dibuat secara tidak sadar dalam tatanan sosial sehingga terbentuk menjadi belenggu seperti sekarang ini?
Tetapi lihatlah, hal itu terjadi juga, beberapa orang kemudian benar benar mengambil keputusan untuk berganti orientasi sex, dari seorang pria menjadi seorang wanita atau sebaliknya. Dan mereka nyata.
3. ORANG KAYA YANG MEMUTUSKAN UNTUK MENJADI MISKIN
Gila, ini mustahil! Tapi saya pernah membaca kisah seorang lelaki yang tidak suka menjadi kaya, namun kekayaan yang sangat dibencinya berupa uang, emas dan harta benda selalu mendatanginya. Berganti ganti uang dari pangeran dan tuan puteri datang ke gubuknya, berkali kali pula uang uang tersebut disingkirkannya. Dia hidup bahagia sebagai penyabit rumput hingga akhir hayatnya.
Walau itu hanya sebuah cerita, namun apa yang akan terjadi didunia nyata yang normalnya tempat manusia mencintai harta benda? Jika seorang lelaki mengatakan kepada isterinya bahwa dia akan memberikan seluruh hartanya kepada fakir miskin apa ya kira kira tanggapan sang isteri? Kamu mau membuat anak anakmu menderita? Kamu tidak berfikir akan membuat aku malu? aku tidak mau hidup menderita!
Jika gambaran diatas dapat mewakili jawaban dari pertanyaan saya, maka pertanyaannya terjawab: menjadi orang yang memutuskan untuk menjadi miskin itu terlihat bodoh, konyol dan....berbagai julukan jelek akan dialamatkan sebelum ada segelintir orang bijak yang mau berfikir tentang hakikat kehidupan. Mungkin memutuskan menjadi miskin adalah omong kosong, mungkin tulisan ini dianggap sampah, tapi tahukah anda kadang memikirkan sebuah hal yang tidak lumrah akan menolong kita untuk lebih kreatif terhadap penciptaaan dan peristiwa? Walaupun didunia anda anggap tidak mungkin seorang yang kaya bersedia memutuskan untuk segera dan serta merta menjadi miskin.
lagi pula mengapa kita berfikir tentang tolok ukur kekayaan dan kemiskinan? Antara yang berharta, punya uang banyak, punya segalanya versus yang papa, bokek lagi tidak memiliki apa apa? Maaf itu bukan sekedar keputusan sulit jika anda mau, tetapi keputusan yang nyaris tidak pernah dilakukan orang. Orang bisa pindah agama, berganti kelamin dan menikahi janda tua, tapi nyaris tidak terdengar orang kaya yang datang kepada orang tuanya untuk minta doa restu agar MENJADI MISKIN.



Comments

Post a Comment