MITOS II: 3 KEPERCAYAAN SALAH ORANG ZAMAN DULU TENTANG HARIMAU

Ilustrasi Harimau
 1. Harimau tidak akan menerkam wajah manusia karena wajah manusia ada tulisan nama Tuhan (Allah) di dahi atau keningnya.
Jelas ini salah! Faktanya harimau tidak akan menerkam mangsanya langsung tepat diwajah, harimau menerkam dan menggigit tengkuk mangsa untuk melumpuhkannya. Secara naluri hal ini memang telah "diajarkan" oleh alam kepada harimau bahwa di tengkuk itulah terletak pembuluh darah yang harus digigit dengan taring taringnya. Semenjak mereka berevolusi ketrampilan menerkam langsung ketengkuk lawan akhirnya semakin sempurna di zaman ini. Perhatikan baik baik, perlakuan ini bukan hanya mereka terapkan kepada manusia, akan tetapi juga kepada hewan hewan mangsa lainnya seperti menerkam babi bahkan ketika akan membunuh seekor kelincipun mereka tidak pernah menerkam kewajah, namun tetap ketengkuk!

2. Seekor harimau akan bernasib sial jika membunuh dan memakan manusia.
Benar jika yang dimaksud harimau tersebut akan segera diburu dan dibunuh oleh manusia lainnya yang marah. Namun tidak benar jika ada kepercayaan yang mengatakan: Tanda harimau pernah memangasa manusia adalah giginya retak! Ini adalah salah.
Faktanya harimau yang memangsa manusia adalah harimau yang tidak mampu lagi berburu hewan liar, harimau tersebut sudah tua dan giginya telah retak atau patah akibat kerasnya pertarungan dengan hewan liar di alam bebas sana. Harimau harimau sial ini kemudian mencari mangsa yang lebih lemah, dan manusia secara fisik memenuhi harapan mereka. Bukan hanya memangsa manusia, harimau harimau ini juga biasanya masuk kekampung kampung mencuri ternak kambing dan bahkan memakan ayam ternak manusia.

3. Di hutan tidak boleh atau tabu menyebut nama 'HARIMAU' tapi sebutlah mereka dengan "sibelang", atau panggilah mereka dengan "kakek".
Faktanya harimau tidak tahu menahu tentang "kode etik" ini. Harimau hanyalah binatang atau hewan pemangsa yang tidak akan mengerti mereka mau dipanggil apa. Mereka tidak akan perduli mau dipanggil "siharimau", "sibelang" atau "kakek" jika mereka lapar, apapun panggilan untuk mereka maka bertahan hidup dengan cara memangsa adalah pilihan terbaik bagi seekor binatang buas. Jadi mereka tidak akan mengurungkan niatnya untuk menerkam mangsa manusia sekalipun setelah mereka di panggil kakek, jika harimau tersebut sedang kelaparan. Hewan buas ini umumnya makan ketika mereka lapar dan "kurang bernafsu" membunuh ketika mereka kenyang.

So entah darimana kepercayaan berasal, penelitian kemudian melengkapi bukti bahwa lebih banyak orang orang yang tinggal dipedalaman mengalami "kecelakaan" diterkam dan dimangsa harimau padahal mereka telah memegang teguh keyakinan seperti diatas. Akan tetapi jarang sekali orang orang ahli hewan yang punya peralatan lengkap dan senapan yang menjadi korban harimau. Bahkan sebaliknya harimau harimau ini kemudian ditangkap atau dibunuh oleh orang orang dari dunia yang lebih "modern".

Wrote with Galaxy Note 10.1 by Sufyan Yaan


Comments