DEMO KENAIKAN UPAH VS KENAIKAN HARGA KEBUTUHAN HIDUP

Kenaikan upah bagi buruh adalah harapan untuk meningkatkan daya beli, meningkatnya daya beli berarti meningkatkan taraf hidup keluarga. Untuk mencapai itu buruh melakukan upaya "berdarah" melakukan demo yang terkadang harus menghadapi tantangan keras dari pengusaha, yang jujur saja tidak akan mau keuntungannya begitu saja di gerus oleh kenaikan upah. Pemerintah sebagai pengelola negara berusaha mengambil jalan terbaik dengan mendekatkan semua pihak untuk duduk berunding. Perundingan berjalan alot ditengah tengah sanggahan para pengusaha bahwa kenaikan upah tidaklah perlu sealot ini jika pemerintah tegas menegakan peraturan yang jelas, transparan dan menindak pungutan pungutan yang memberatkan pengusaha. Walaupun ada undang undang yang telah mengatur masalah ketenaga kerjaan termasuk aturan upah, benturan tetap terjadi dan jarang dapat memuaskan semua pihak.
Demo tolak upah murah
Adapun yang terjadi kemudian adalah kenaikan upah diikuti dan dibayang bayangi oleh kenaikan harga harga kebutuhan pokok, harga barang produksi yang meningkat sampai melebihi batas rasio  kenaikan upah itu sendiri. Ketika upah yang tadinya 2,2 juta menjadi 3,0 juta kenaikan yang hampir 50% ternyata tidak mampu menaikan daya beli para buruh, mengapa? Sentimen pasar bereaksi negetif terhadap harapan para buruh yang berharap dengan kenaikan upah bisa hidup lebih layak daripada biasanya, harga barang tiba tiba naik melebihi ambang kenaikan gaji. Orang bilang begitu palu kenaikan gaji diketuk, dan buruh belum menerima gaji pertamanya, barang sudah naik, dan akan naik lagi begitu buruh sudah menerima gaji mereka. Jadi harapan sebagian kaum buruh untuk dapat meringankan beban hidup dan melunasi hutang hutangnya pupuslah sudah.

Kenaikan upah hasil "demo"  ternyata tidak pernah sesuai harapan, dan itu terjadi hampir setiap tahun berkejar kejaran dengan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Pengusaha sendiri kemudian setelah "dibebani" keharusan membayar kenaikan upah, menaikan harga jual hasil produksinya dan itu diikuti oleh hampir semua sektor industri. Kenaikan upah tahunan tentu saja lebih membantu mengurangi beban kebutuhan para buruh untuk menopang kehidupan keluarga jika tidak dibarengai inflasi yang lebih tinggi, jika tidak kenaikan tahunan tidak lebih seperti fatamorgana seekor keledai yang berlari mengejar padi yang diikat didepan hidung dan moncongnya.

Dan pertanyaan yang paling mendasar bagi kita semua, bagi semua pihak, mana yang lebih perlu harga barang yang tetap stabil dipasaran yang artinya ekonomi stabil ataukah setiap tahun demo minta kenaikan upah??? Kenaikan upah tentu harus dilakukan, pertanyaan itu dikemukakan adalah karena kenaikan harga barang barang kebutuhan hidup yang seolah tidak akan terkendali terutama apabila upah buruh dinaikan...




Comments