6 HAL YANG KADANG TERLINTAS DIDALAM BENAK SESEORANG (Catatan penulis untuk sobat sobat di dunia maya)

1. SETIAP KEAJAIBAN BUTUH WAKTU
Jika didunia ini penuh dengan keajaiban, tentu orang akan mengharapkannya dan dan mendapatkannya tanpa berusaha sekeras sekarang. Manusia akan tumbuh sayap ketika dia berdoa ingin terbang. Tetapi tidak, untuk bisa terbang manusia harus berusaha selama ribuan tahun, setidaknya harus menemukan penemuan yang semakin sempurna sampai akhirnya ditemukan mesin terbang. Ketika itu terjadi kita tidak melihat manusia menggunakan permadani terbang samasekali, dan juga kita tidak juga melihat manusia mempunyai sayap berwarna warni bagai peri dalam dongeng. Manusia memang terbang menggunakan besi gemuruh berwarna warni dan berlogo Qantas, Garuda dan Merpati. Mungkin seiring waktu kelak akan ditemukan alat terbang yang lebih human sense, orang dimasa depan mungkin bisa terbang perindividu tidak seperti sekarang yang harus menumpang kapal terbang, kedengarannya lebih halus dan romantis - sekalipun untuk sebuah keajaiban terbang kita butuh waktu!
Jadi berpikir bahwa keajaiban bisa datang instan, adalah kesalahan cara berlogika kalau tidak bisa dikatakan sebagai kebodohan.

Merenung sambil menulis
2. SELALU INGIN SEMBUH DARI PENYAKIT APAPUN
Sebelum teknologi dapat mencapainya, sebagian manusia berharap kesembuhan dari berbagai proses yang perlahan dialaminya, termasuk penuaan. Misalnya kebotakan dini, orang percaya bisa sembuh karena mempercayai iklan penumbuh rambut, memang tidak ada salah mencobanya - namun pasti akan mengeluarkan beaya - "penyakit" yang satu ini sengaja atau tidak sengaja telah "menyedot uang" dan menjadi ladang bisnis di berbagai belahan dunia. Tidak jarang juga sengaja di eksploitasi oleh pihak pelaku bisnis yang jeli melihat peluang. 
Lalu orang mencoba berbagai jenis obat obatan cem ceman yang konon bisa di oleskan untuk menumbuhkan rambut, percaya atau tidak, belum ada bukti konkret dan ilmiah tentang keberhasilan cara pengobatan ini selain "pengakuan" yang sengaja ditulis sebagai statement, bisa saja pengakuan pengakuan tersebut "dibeli" untuk mempromosikan bisnis dengan cara meyakinkan, bahwa produk mereka memang sangat manjur. Kita telah belajar bahwa bawaan genetika tidak bisa disembuhkan tanpa rekayasa genetika pula.

Penyembuhan kebotakan yang paling masuk akal adalah dengan cara transplantasi kulit kepala, dimana kulit kepala yang tidak ditumbuhi rambut diganti dengan kulit kepala yang ditumbuhi rambut, namun teknik ini masih mendatangkan risiko operasi yang belum dirasakan meyakinkan keamanannya. Kita juga melihat di acara "make over show" bagaimana seseorang di make over menjadi lebih muda dan cantik. Namun teknologi kita zaman sekarang masih hanya sebatas itu. Tidak ada ramuan sihir yang benar benar manjur untuk menyembuhkan kebotakan dalam waktu sekejap dan dengan hanya memijit kulit kepala dengan cem ceman

Cara kedua untuk melihat mengapa cara penyembuhan cem-ceman tidak akan mendatangkan keajaiban adalah: Lihat para milyuner itu, mereka tetap botak walaupun mereka mampu membeli segudang obat cem ceman, mengapa? Itu bukan karena mereka tidak berusaha menyembuhkan kebotakan dengan uang mereka yang melimpah, tapi karena memang mereka gagal mendapatkan kesembuhan dari kebotakan walau telah mengeluarkan uang yang sangat banyak menurut ukuran kita, kita hanya perlu melihat fakta ini.
Begitu juga dengan gigi yang mulai copot satu persatu, mungkin dengan cara mengganti gigi dengan gigi palsu, namun tidak akan pernah sama dengan gigi asli. Fakta bahwa ilmuwan berhasil menumbuhkan gigi yang hilang dengan penemuan baru baru ini masih belum dapat di implementasikan ke manusia, hal itu masih butuh waktu untuk pembuktiannya di laboratoriom.
Mungkin dimasa depan manusia dapat mengatasi masalah ini berkat penemuan penemuan ilmiah.Tapi masa sekarang masih tidak.

3. BERHARAP MENJADI MUDA LAGI
Bagi sebagian wanita dan mungkin juga sebagian pria, proses penuaan kadang menjadi momok: Takut tidak menarik lagi, takut ditinggalkan pasangan dan berpaling kepada yang lebih muda dan menarik, tidak ada salah - bahkan dianjurkan menjaga kulit agar kelihatan lebih muda, namun jika sampai tergiur operasi yang berbeaya mahal dan mengorbankan keuangan keluarga, itu salah secara moril dan mungkin akan menjadi usaha sia sia, karena sampai saat ini belum ada klaim ilmuwan yang menyatakan telah menemukan cara agar manusia bisa bertahan tetap muda. Tidak akan ada ramuan awet muda dari kuali penyihir yang dapat membuat kita menjadi muda terus menerus.
Make over? Sampai kapan? Penampilan diluar mungkin bisa menipu, tapi dari dalamnya kita sebenarnya sudah menuju penuaan terus menerus.
Sering seseorang terobsesi dengan kehidupan yang menjadi muda selamanya, tapi ini jelas tidak benar, kita tidak hidup dizaman dimana waktu berhenti berputar dalam tubuh biologis kita, kita masih hidup dizaman primitif dimana kita harus ikhlas "dimakan" waktu.
Contohnya sama seperti kematian, setiap orang pasti akan mengalaminya. Tidak mengapa menjadi tua dan mati, memang seperti itu aturannya. Kita hanya berusaha yang terbaik selagi kita masih hidup di dunia.

4. HIDUP TANPA KESEDIHAN
Hidup tanpa kesedihan adalah suatu yang mustahil terjadi. Nabi nabi besar juga mengalaminya, mengapa? Karena hidup ini bukan hanya terdiri dari kegembiraan tapi juga kesedihan. Tanpa masalah dan kesedihan bagaimana kita dapat menghargai kegembiraan dan kesenangan?. Kita tidak menutup mata bahwa dalam pikiran kita ingin hidup bahagia dan gembira selamanya, tapi tahukah anda kehidupan seperti itu tidak pernah ada? Selagi susunan genetik kita terdiri dari komposisi komposisi yang bertujuan merespon semua input yang kita terima dari lingkungan kita dengan beberapa cara, diantaranya kesedihan dan kegembiraan, selama itulah kita tidak mungkin menghindari risiko kesedihan. semua input yang masuk kedalam mesin tubuh adalah energi, dan energi itu tidak selamanya bersifat positif kegembiraan, energi itu adalah negetif kesedihan juga. Kesedihan berguna untuk membatasi kegembiraan yang berlebihan yang juga dapat membahayakan tubuh. jadi tinggal bagaimana kita menguasai diri, menjaga keseimbangan emosi.

Kita tidak hidup di dalam firdaus kegembiraan. Kita hidup di datas dunia yang memasangkan malam dengan siang, gembira dan sedih, jahat dan baik. Jika seandainya tidak ada orang jahat sebagai perbandingan, orang tidak akan melihat ada orang baik, jika tidak ada orang jelek, orang tidak akan melihat ada orang cantik. Kemudian semua tergantung persepsi kita. Misal di sebuah pulau hiduplah orang orang yang hanya beribadah dan melakukan ritual, tidak berdagang secara sistematis, tidak melakuakan kegiatan riset teknologi. Apa yang terjadi? Dunia seperti berhenti berputar, manusia tidak mencapai kemajuan apa apa selain jalan ditempat, tidak ada kemajuan samasekali.

Dalam hidup ada pembelajaran, karena hidup bukan hanya tentang sisi kanan dan kiri tapi juga atas dan bawah, dimensi dimana kita mengalami semua risiko kehidupan dengan membayar sejumlah harga harga sebagai tebusannya.

5. HIDUP TANPA DIBENCI DAN TANPA KEBENCIAN
Mustahil, karena ketika anda menunjukan sikap tidak suka akan sesuatu, itu adalah benih kebencian yang mungkin masih dalam kadar yang masih bisa ditolerir. Anda benci makanan itu, anda benci memakan bangkai busuk? Anda boleh mengatakan "tidak suka" namun orang yang benci juga tidak suka terhadap sesuatu yang dibencinya bukan. Anda bisa mengatakan "Saya tidak suka tapi saya tidak benci, cuma tidak suka" Apa bedanya? Sama. Anda tidak akan mendekati apa yang anda tidak suka, cuma mungkin rasa tidak suka kadarnya masih dibawah benci, menurut istilah anda.
 Para nabi dan orang orang sucipun tidak dapat menghindari kebencian orang lain terhadap mereka. Tuhan juga dibenci, jika orang atheist bilang "hanya buang buang waktu membenci Tuhan yang kalian sembah" artinya mereka tidak menyukai Tuhan sebagai sembahan mereka. Tuhan juga tidak terhindar dari benci manusia. Kebencian tidak bisa dihindari, tapi bisa dirobah dalam diri suatu individu. Itulah salah satu alasan mengapa kebencian ada: Untuk membatasi perasaan cinta yang berlebihan!

6. SELALU INGIN DIBENARKAN
Kita melihat kehidupan di rimba, hewan hewan pemakan rumput di makan oleh pemangsa, ketika ditayangkan betapa emosi kita seperti dimainkan oleh rasa akan keadilan. Lihatlah seekor anak kijang cokelat yang manis di kejar oleh dua ekor singa singa lapar, beberapa kali anak kijang itu berusaha sebisanya mengelak dengan otot ototnya yang masih muda, beberapa kali cakaran dari arah belakang merobek kulitnya namun dia tetap mencoba bertahan hidup lalu dengan sisa tenaga terakhir dia mencoba melompat diantara semak belukar, sayang singa yang lain dapat menerkam tengkuknya, lalu menguncinya dengan taring taringnya yang tajam, hanya jeritan dan darah tumpah.

Kita merasa singa itu kejam dan jahat? dan anak kijang sebagai korban yang harus di kasihani? Lalu seandainya anda punya kuasa, anda akan membela dan menyelamatkan si anak kijang? Mengusir dan bahkan kalau perlu membunuh singa? (sampai disini berhentilah membaca sejenak, bayangkan anda dapat melakukannya, betapa marah dan geramnya anda kepada kedua singa tersebut)

Tapi tahukah anda kalau apa yang anda lakukan adalah sebuah kesalahan besar? Anda telah mencampuri hukum rimba, hukum alam yang paling asli. Jika singa singa itu dianggap tidak berguna, apakah anda berfikir sianak kijang sangat berguna dipertahankan kehidupannya? Sementara anak kijang itu adalah makanan singa, salah satu cara ras bangsa singa memepertahankan hidup adalah dengan memakan anak kijang tersebut.

Lebih jauh tanpa singa singa dan para hewan pemangsa, hewan hewan herbivora pemakan tanaman dan tumbuhan akan berkembang biak tidak terkendali, akan sampai masanya walau beribu tahun jauhnya padang savana menjadi tandus, tanaman tidak sempat tumbuh berkembang karena dunia telah dipadati oleh para pemakan pucuk pucuk dedaunan, supply makanan terhenti dan mata rantai makanan terputus, semua mati, di dunia akan tercium bau bangkai jenis serangga lalat berkembang biak dengan cepat lalu menyusut tajam setelah bangkai busuk menghilang, tanaman mulai tumbuh lagi, tanpa pemakan pucuk pucuk daun, tanaman akan tumbuh sampai menutup permukaan daratan lalu menguras habis humus bumi dan akhir mata rantai makanan  putus hingga keakar akarnya.

Hidup memang butuh keseimbangan, itu sangat adil jika terjadi dirimba bahkan dalam kehidupan sehari hari kita temukan simetri yang sama, para singa hanya melakukan "tugas"nya, mereka adalah petugas alam, sama halnya seperti rusa dan para tanaman. Ini hanyalah kebijakan yang terdapat dalam buku pelajaran biologi dasar disekolah sekolah.

Tidak hanya semata mata menang dan kalah, tapi juga harus dilihat dari kontek sudah benar atau salah? Hanya emosi kita yang ingin menyelamatkan si anak kijang, namun kita tidak dapat berpikir jangka panjang bahwa apa yang kita lalukan adalah salah karena mencampuri urusan alam.




Comments