BELAJAR DARI KEHEBATAN IKLAN DALAM MEMASARKAN PRODUK

Sepintas, ketika Samsung memulai debutnya dengan merilis keluarga Galaxy, rasanya tidak mungkin berhasil mengganggu dominasi Apple dengan iPhonenya, tapi siapa nyana, hari ini Samsung nyaris telah berjaya menjadi "No.1 Smartphone in the World" Lihatlah hasil penjualan Galaxy S4 yang belum lagi satu bulan telah terjual 10 juta unit! Jauh mendahului Galaxy SIII kakaknya yang memerlukan waktu 50 hari mencapai prestasi yang sama.
Ilustrasi

Bagaimana tidak? Apple, perusahaan asal Kanada itu telah mendominasi dunia dengan iPhone mereka, tentu saja mereka bagai tersengat kalajengking begitu menyadari Samsung telah jauh melangkah, padahal vendor asal negeri ginseng ini tadinya adalah pemasok penting komponen komponen iPhone, dari prosesor, layar hingga komponen hardware kurang penting.

Lihatlah strtegi samsung dengan iklan mereka, dari cara menyindir produk kompetitor mereka (Apple) sebagai Ponsel generasi tua, hingga ekspansi iklan keseluruh dunia, dan yang menguntungkan Samsung  dalam mengiklankan produk mereka tentu saja karena kerja sama dengan Si raja Website Google, iklan massive di internet membutuhkan peramban dan strategi raksasa yang hanya di miliki oleh Google, Samsung yang mengusung sistem operasi mobile Androidnya milik google tentu saja sedikit banyaknya mendapat fasilitas ini dari sang "Bapak Pelindung". Rasanya sulit bagi Samsung berperang dengan Apple tanpa back up yang kuat. Kerjasama ini tentu saja tidak semata mata menguntungkan Samsung, tetapi juga membuat Android menguasai pasar sistem operasi di dunia pada saat ini. Boleh dikatakan Androidpun menjadi semakin besar karena produk smarphone besutan Samsung, dalam hal ini Google juga diuntungkan.
Iklan sekali lagi iklan Samsung yang semakin agressif berpotensi menggusur produk produk smarphone Apple yang bernama iPhone, jika tidak ditanggapi dengan bijak oleh pihak Apple.

STRATEGI IKLAN YANG SALAH TARGET

Maksudnya, Apple kemudian berusaha menjegal Samsung dengan memeja hijaukannya atas pelanggaran paten alias "hak cipta". Entah bermaksud membuat produk produk samsung menjadi jelek di mata konsumen, atau malah dengan tujuan menghentikan samsung menyaingi mereka dalam mendominasi pasar smartphone dunia, Samsung di paksa kepengadilan dan kalah telak di Amerika.

Apple boleh tersenyum, strategi mereka berjalan, media massa besar dunia menyoroti perang itu bagai perang besar dunia, tiba tiba produk mereka berdua menjadi sangat terkenal, entah disadari atau tidak, media bukan hanya menyoroti kekalahan samsung tapi juga mereview kedua produk di kolom kolom teknologi, kolom gagdet dan forum forum teknologi, mata konsumen jadi terbuka: Ternyata bukan hanya Apple yang telah membuat gagdet canggih, Samsung juga berpotensi menjadi lebih hebat. Dan itu terbukti.
Disisi lain merasa diserang, Samsung memperkuat lini pertahanan dengan mendanai iklan besar besaran, mereka dimudahkan oleh fasilitas google di internet, disamping itu samsung mendanai riset teknologi elektronik yang terbilang maju, bekerja sama dengan vendor vendor teknologi besar misalnya Intel. Samsung diketahui sedang mendanai sistem operasi berbasis linux untuk sistem operasi alternative Android.

PELAJARAN YANG BISA KITA AMBIL.
  1. Iklan efektip tidak hanya dari iklan posisip dari satu produk tapi juga yang negetive, kontroversial dan mengundang rasa ingin tahu publik (konsumen)
  2. Iklan kadang datang dari pemberitaan media massa, tidak semata disengaja oleh pelaku bisnis, dalam hal Apple memeja hijaukan Samsung, kasus itu tanpa disadari telah menguntungkan Samsung, memperkenalkan produk Smartphone dan produk elektronik besutan samsung yang lain lebih luas keseluruh dunia.
  3. Samsung dan Apple seharusnya tidak berperang, mungkin bekerja sama memelihara strategi ini sepanjang saling menguntungkan kedua belah pihak, ada kalanya "pembohongan" publik dalam bentuk iklan terselubung, sangat provokatif adalah sangat efektif mendongkrak popularitas orang, produk maupun ide. (Jangan jangan teori evolusi Darwin menjadi sangat terkenal karena kontoversialnya)
  4. Kenyataan iklan mampu meningkatkan daya jual suatu produk tidaklah terbantahkan. Kita tidak menepis bahwa beaya iklan terkadang luarbisa besar, lihatlah iklan samsung di media massa, di tv, itu sangat menguras uang, tetapi sepadan dengan hasilnya: Produk menjadi ekslussive, mahal dan laku terjual. Orang tidak tahu berapa harga atau beaya produksi sebenarnya sebuah iPhone yang dijual seharga 7 juta? konon hanya dibawah 2 jutaan!




0 Response to "BELAJAR DARI KEHEBATAN IKLAN DALAM MEMASARKAN PRODUK"

Post a Comment

Iklan dipasang oleh pihak ketiga, kami hanya menyediakan slot/kavling kosong, jika ada yang kurang berkenan bagi pembaca silahkan hubungi kami, kami akan menyampaikannya kembali ke pihak Google via email

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel