AdelinaSasa

because you are so priceless...

Friday

DAPATKAH TEKNOLOGI MEMBUAT MANUSIA HIDUP ABADI?

Bermacam macam cara dan upaya manusia agar dapat hidup abadi. Di zaman dulu beberapa orang menempuh jalan klenik dan pemujaan hingga mencari sumur keabadian agar bisa hidup abadi selamanya tanpa mengingat bahwa hidup abadi seorang diri adalah juga penderitaan dan juga kesepian yang sangat panjang.
Project keabadian akhir akhir ini menarik perhatian ilmuwan. Pro dan Kontrapun mewarnai kabar yang sepertinya sedang sepenuhnya di suppport oleh raksasa internet Google. Berbagai komentar skeptis dan optimis menghiasai forum forum pembahasan project ini. Sejalan dengan project ini beberapa penelitian telah dilakukan. Misalnya seorang imuwan bernama David Gem berhasil mengamati rahasia kematian seekor cacing secara sistematis dan terstruktur, lalu menunda setiap kematian itu setiap kali kematian berlangsung, cacing dapat bertahan hidup normal lebih panjang dari seharusnya!
Kematian dipercaya sebagai rahasia Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh makhluk manapun. Namun, para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.
Sebuah studi terbaru yang telah dipublikasikan dalam PLoS Biology mengungkap bahwa kematian pada organisme, termasuk manusia, menyebar seperti gelombang dari satu sel ke sel lain sampai organisme itu mati dan terjadi lebih lambat dari yang diduga.
Peneliti menggunakan cacing sebagai obyek penelitian. Hewan ini memiliki mekanisme yang mirip dengan yang ada pada mamalia.
Meski demikian, cacing memiliki kelebihan karena tanda-tanda kematiannya bisa dilihat. Tanda itu adalah pancaran sinar berwarna biru yang disebabkan oleh proses kematian sel atau nekrosis. Warna biru dihasilkan dari sebuah molekul bernama asam antranilat. Pancaran warna biru tergantung daru sinyal biokimia kalsium.
“Kami telah mengidentifikasi adanya jalur kimia yng menggambarkan terjadinya penghancuran diri sehingga menyebabkan kematian sel cacing. Jalur ini kami lihat sebagai pancaran sinar biru yang berkelana di sekujur tubuh,” ujar David Gems dari Institute of Health Aging di University College London yang sekaligus memimpin studi ini.
“Pancaran ini seperti pencabut nyawa berwarna biru yang merunut kematian sel seiring kematian itu menyebar ke seluruh tubuh hingga organisme benar-benar mati,” tambahnya.
Seluruh makhluk hidup tidak mati secara langsung. Kematian salah satu sel pada tubuh organisme akan menimbulkan suatu reaksi kimia yang menuntun terjadinya penghancuran komponen sel dan pembentukan debris molekuler.
Ilmuwan tidak mampu menghidupkan kembali sel-sel yang mati jika sel tersebut telah berusia tua atau sudah saatnya mengalami kematian.
Namun, dalam studi yang dilakukan terhadap cacing, para peneliti mungkin saja mampu menghentikan jalur penyebaran sinyal biokimia kalsium maupun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan penuaan. Ini menjadi kunci menunda kematian.
“Kami menemukan bahwa ketika menghalangi jalur ini, kami dapat menunda kematian yang disebabkan karena tekanan seperti infeksi. Namun kami tidak mampu menunda kematian yang disebabkan karena penuaan. Hal itu terjadi karena kematian akibat penuaan disebabkan oleh berbagai proses yang terjadi secara paralel,” ujar Gems.
Kematian dipercaya sebagai rahasia Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh makhluk manapun. Namun, para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.
Gems juga menambahkan, penemuan ini memunculkan keraguan atas sebuah teori yang mengatakan bahwa penuaan hanyalah akumulasi dari kerusakan molekul. Meski begitu, penelitian yang memfokuskan pada peristiwa biologis selama penuaan dan kematian harus terus dilakukan agar para peneliti dapat menemukan celah untuk dapat menghalangi proses penuaan yang terjadi.
Dan baru baru ini salah satu Project Google menemukan bahwa penuaan dapat di "sembuhkan" melalui uji coba serum yang disuntikan pada seekor tikus yang telah tua, dalam beberapa pekan secara berangsur sang tikus menjadi muda kembali. Tikus dan kelinci telah umum digunakan dalam eksprimen karena kemiripannya dengan sistem biologis manusia. manjur bagi tikus berarti manjur untuk manusia. Tetapi tentu saja terlalu dini menerapkan sebuah hasil eksprimen langsung kepada manusia karena untuk menerapkannya kepada manusia harus dilakukan akurasi yang benar benar sah secara hukum dan moral. Namun project itu adalah awal yang bagus.
Beberapa penemuan pada zaman dulu dicibir, terutama oleh kalangan agamawan, dikatakan mustahil dan melawan hukum ilahi. Tetapi hari ini semua hasil penemuan itu menjadi hal biasa, dan dapat diterima oleh kalangan kalangan yang dulu begitu skeptis. Bayangkan ketika helikopter mendatangi daerah terpencil yang tidak pernah tersentuh oleh peradaban. Manusia manusia zaman onta dan kuda gigit besi pasti menyangka mobil dan sepeda motor sebagai barang sihir atau makhluk setan.
Beberapa bukti bahwa manusia berusaha mempertahankan keabadiannya adalah:
1. PENEMUAN GIGI IMPLAN.
Gigi implan atau gigi palsu permanen adalah sebuah alternatif yang dikatakan cukup aman, dan bahkan sudah dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk seseorang karena pemasangannya dapat membuat seseorang mempunyai gigi pengganti gigi yang patah, tanggal dan copot untuk selamanya.Gigi implan ditanamkan ke tulang rahang sehingga berfungsi dan sekuat gigi asli, bahannya terbuat dari logam titanium yang dapat diterima oleh struktur tulang rahang anda. Bahkan seorang dokter gigipun tidak akan bisa lagi membedakan apakah itu gigi tanam atau gigi asli setelah dia dipasangkan. Para calon yang melamar sebagai anggota militer memakai cara ini untuk mengganti gigi mereka yang telah patah agar diterima di akademi militer.
Gigi implan juga dapat mempertahankan bentuk wajah agar tidak berubah menjadi jelek. Beberapa kalangan memasang gigi implan ketimbang gigi palsu yang merepotkan karena harus dicopot dan dan dipasang untuk mempertahankan penampilan mereka. Teknologi pemasangannya juga sudah semakin canggih dan cepat, akurat dan aman.
2. IMPLAN RAMBUT UNTUK KEPALA BOTAK
Jika dulu banyak pria mengelak implan rambut, maka hari ini mereka harus berfikir ulang jika mempunyai beayanya. Implan rambut dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi laser dan rambut akan ditanam satu persatu setelah diambil dari tubuh anda sendiri. Rambut akan tumbuh normal tidak perduli apakah kebotakan anda karena keturunan atau genetik, atau karena kelainan kulit atau karena hal lain. Di singapore cara ini mulai populer sejak tahun 80-an. Hari ini teknologinya mulai menggunakan scan digital yang sangat akurat sehingga helai demi helai rambut dapat tertanam dengan sempurna hanya dalam beberapa jam.
3. PENGENCANGAN KULIT.
Make over selanjutnya adalah mengencangkan kulit yang mulai mengendur dan keriput, kali ini para ahli kosmetik akan bekerja untuk anda. namun beberapa ahli menemukan serum antidioksidan yang sifatnya memperlambat dan menyembuhkan dan memperbaiki kerusakan sel sel kulit yang telah rusak. Beberapa penemuan serum anti aging telah berperan besar dalam perawatan dan pengencangan kulit manusia ini.
Namun apapun yang hasil diatas masih sangat dini. Anda tidak akan serta merta menjadi muda seperti umpamanya apabila rahasia keabadian kelak ditemukan. Alasannya adalah karena:
Walaupun rambut anda lebat tidak beruban, kulit anda kencang, dan gigi anda rapi namun usia anda telah tua, maka bentuk tubuh dan struktur tulang anda telah berubah menjadi tua. Secara visual bentuk tubuh, orang muda tidak akan sama dengan bentuk tubuh orang yang masih muda, sementara struktur molekuler tulang juga beda.
Nah hal ini yang tidak akan menjadi kendala lagi setelah serum google disempurnakan. Serum yang akan disuntikan itu akan membuat tubuh tua menjadi muda kembali luar dan dalam. Benarkah? Sama seperti dimasalalu nenek moyang menanyakannya, masa depan kita akan memberikan jawabannya.

4. MENANAM DAN MENUMBUHKAN BAGIAN TUBUH YANG HILANG
Cina mengumumkan kesuksesan mereka melakukan operasi menanam telinga buatan dari lengan pasien, telinga buatan itu dibiarkan tumbuh dan setelah sempurna beberbentuk telinga segera dipasangkan kekepala orang yang sedang kehilangan telinganya akibat kecelakaan. Telinga dibuat berdasarkan gen si pasien itu sendiri.
Teknik menumbuhkan organ tubuh ini memang telah sukses dilakukan di Cina, dengan menanamkan organ tubuh buatan dan tumbuh melalui darah dan daging si pasien itu sendiri akan mengurangi penolakan tubuh terhadap objek baru operasi. Bahkan beberapa operasi memasang dan mengganti tangan yang putus untuk pasien buntung telah dilakukan dibeberapa rumah sakit di Cina. Mereka juga sedang berencana melakukan melakukan tranplantasi kepala manusia ke tubuh baru. Jika semua ini berhasil, artinya semakin membuka kesuksesan menuju editing tubuh biologis manusia secara maju.

PENCAPAIAN TEKNOLOGI YANG TIDAK PERNAH BERHENTI.

Harapan hidup abadi dengan bantuan teknologi semakin mengemuka ketika ide singularity di canangkan, dimana manusia tidak akan mati walaupun tubuhnya telah dihancurkan. Kesadaran mereka akan dipindahkan kedalam aplikasi virtual untuk kemudian dibuatkan raga baru yang membuat kehidupan mereka dapat di "extend" mungkin dengan aturan "expire" yang akan diatur oleh undang undang di masa depan dunia.

Di Inggris ide ini muncul dimana sebelum kematiannya seseorang bisa meminta agar otaknya di donlot kedalam harddisk atau perangkat lunak AI. Bentuk kesadaran disimpan dan suatu ketika dapat ditanamkan kedalam raga robotik atau tubuh biologi buatan. Dan akan dihidupkan kembali bilamana diperlukan. Mungkin terdengar gila namun ide ini sedang dijalankan.

Terdengar seperti cerita fantasi, bukan?  Namun jika kita ingat dokumen dari 250 tahun yang lalu terbang diangkasa apalagi sampai mencapai planet mars hanyalah sebuah fantasi gila bagi sebagian besar orang. Waktu itu smartphone dan telivisi belum ada, jika seandainya tiba tiba ada mungkin akan dianggap sebagai bentuk sihir milik para dewa dewa dari alam yang tinggi.

7 comments:

himawan sant said...

Mustahil ya kalo usia bisa diperpanjang oleh manusia.
Kalo untuk regenerasi fisik,memungkinan terjadi ... iya.

Ivlay Fus said...

Memang terdengar mustahil, tapi manusia tidak pernah menyerah untuk menguak takdir..hhh

Risna said...

Tekhnplogi mungkin bisa membuat tubuh maanusia Mz, tapi ruh hanya kuasa Alloh

Therepossible said...

Ya kita berpegang pada keyakinan tentu saja. Tapi exprimen frankestein mungkin saja akan berhasil membuat tubuh dan hidup bernaluri dan berfikir. Misalnya Ai terbukti "hidup" dan memiliki inteligensia bahkan kesadaran padahal itu dibuat manusia berdasarkan komputasi.

Manusia tidak membuat tapi merekayasa hukum alam untuk kepentingan banyak hal, mengadopsi atau meniru dengan memanfaatkan hukum alam.

Tuhan menciptakan manusia pasti tahu bahwa manusia akan memanfaatkan kecerdasannya .

Sedangkan kecerdasan itu memang harus di Explorasi demi untuk menjawab tantangan hidup di masa depan yang semakin rumit

Blogger Hanafi said...

best juga kalau tidak mat-mati.

itupun kalau kehidupan yang senang lenang.

bagaimana kalau kehidupan yang susah.

tetapi mana bisa dunia ini kekal abadi.

Firaun yang anggap dirinya Tuhan pun boleh mati

Ivlay Fus said...

Yes, keabadian menurut sains bukan berarti tidak boleh mati, itu hanyalah bentuk kemampuan sains dalam menginterupsi gejala gejala kematian

Anissa Auliasari said...

Kurasa kita tidak perlu hidup abadi, untuk apa? ��