AdelinaSasa

because you are so priceless...

Sunday

KISAH ZAMAN: BENARKAH KECANDUAN GADGET HARUS DI HINDARI?

"TELAH KU KUNJUNGI WAKTU DI MASA LALU, DAN TELAH KU PERGI MELIHAT WAKTU DI MASA DEPAN, DAN NAMUN YANG TERINDAH ADALAH WAKTUKU DI MASA KINI" - Time Traveller.

Banyak yang gak setuju, terutama yang sudah "cinta banget" sama iPhone dan Android. Walaupun jauh didalam lubuk hati sebagian korban cinta itu kepingin mengurangi ketergantungan hidup merka daripada mengusap dan mempelototin layar gadget setiap waktu, berjam jam hingga berhari hari.
Ada lagi yang pihak yang keberatan:
-Pihak pengelola iklan online, bagaimana tidak kalau orang orang pada sepi melototin gadget, sepi juga dong orang yang melihat tayangan iklan mereka dan bertambah kecil juga peluang produk mereka dilihat dan dibeli.
Sebenarnya tidak, kalau orang orang pada kompak semua mengurangi atau berhenti menggunakan gadget ya mau tidak mau mereka harus pergi ke toko atau kembali ke zaman koran untuk melihat lihat kavling iklan. Tapi ya itu zaman sudah berlalu, bro.

-Blogger. Siapa dong yang baca artikel dan mengklik tayangan iklan publisher adsense kalau orang pada jarang melototin hape atau layar monitor PC? Wah para blogger juga pasti akan berhilangan satu persatu, aplikasi google adsense gak bakal diperlukan lagi.

-Media massa online. Kembali ke zaman koran dan buat kertas lagi dari pepohonan? Gak membantu menyelamatkan lingkungan hijau bukan? Kalau orang orang pada jarang online, kalau misalnya 7 milyar manusia gak satupun yang suka gagdet PC, tablet dan hape, kompas online gak bakal dibaca. Artinya kembali lagi kezaman koran bertumpuk tumpuk! 

-Dokumentasi jadi manual. Banyak pekerjaan jadi manual, kalau pekerjaan menjadi manual, jenis pekerjaan tersebut memang membutuhkan banyak tenaga kerja, tetapi pasti akan sangat sangat memakan waktu. Kemampuan manusia dalam menyingkat waktu adalah alasan yang paling logis dalam menaikan manusia ke traf kemajuan. Dan sekarang zaman mencapai kemajuan itu semakin cepat dan cepat.

-Dan lain lain (Tolong tambahkan saja ya....)

Namun sebenarnya dalam beberapa hal setiap momen dalam setiap zaman itu sama saja. Manusia selalu memiliki cara untuk melewati dan "membuang" waktu mereka. Gak percaya?
-Zaman orang baca koran. Didalam kereta api mereka juga tidak saling sapa, asik saja menutup wajah dan hampir seluruh badannya dengan koran. Waktu itu para "penyinyir" mencela: "Orang zaman sekarang semenjak ada koran, sibuk dengan lembaran, sok rajin baca. Lupa sama bersosialisasi terhadap sesama manusia"

-Zaman dulu waktu manusia senang sekali ngerumpi karena belum zaman koran. "Penyinyir" kasih komen: "Daripada duduk ngumpul ngumpul ngomongin gak jelas dan jadi dosa, mending ngumpul di tempat ibadah dengerin ceramah" atau "Mending kerja dan nyangkul di sawah, kan jauh lebih bermanfaat"

Jadi sesungguhnya setiap zaman memiliki momen mereka sendiri. Dan setiap momen, penemuan, gaya hidup itu saling mempengaruhi cara hidup kita. Manusia hidup di atas permukaan kerak bumi yang melayang di jagat raya bersama galaksi ini berputar mengitari waktu, searah jarum jam. Hukum itu tidak bisa di balik. Zaman tidak bisa bergerak mundur, dia akan maju terus, dan kita terikut di dalamnya. Belum ada nabi, raja atau ilmuwan yang mampu menahan perubahan real daripada perubahan zaman, semua itu alami mengikuti hukum alam.

KELUHAN: DUNIA MAU KIAMAT
Nah ini yang paling sering keluar dari mulut orang orang tua, maksud mereka itu baik dan mengingatkan kita agar tidak terlalu jauh melangkah sebelum tahu persis terhadap urusan apa dalam hidup ini kita sedang terlibat. Misalnya menyangkut moral. 
Tentu saja mereka khawatir melihat perubahan drastis zaman mereka tidak seperti zaman anak anak muda sekarang. Karena keluhan ini sebenarnya adalah warisan zaman bapak bapak mereka, dan bapak bapak mereka mewarisinya dari zaman kakek kakek mereka.

Jadi begini: 
Kakek ke bapak kalian: Kiamat sudah dekat, dulu kami begini kalian kok begini dan begitu.

Bapak kalian: Zaman sekarang kan beda, Abi.

Lalu Bapak kalian menikah dan lahirlah kalian: Wah bahaya, zaman sekarang, kayaknya kiamat itu memang semakin dekat.

Lima ribu tahun yang lalu para petinggi spritual zaman kuni pada setiap khotbahnya juga tidak lupa mengingatkan jemaahnya bahwa dunia akan kiamat. Menurut pakar psikologis itu adalah hal yang wajar, ancaman kiamat memang mengerikan dan akan membuat orang berfikir dua kali dalam melakukan penyimpangan daripada norma dan tata nilai. Dan ancaman kiamat itu terdapat dalam ajaran setiap agama agama yang ada di dunia ini.

Bukan kita mengabaikan petuah petuah orang tua, akan tetapi kita juga akan membuat terobosan demi terobosan tanpa terelakan. Zaman gadget telah hadir pergunakan saja dengan sewajarnya, kecanduan apapun atau apa sajapun hal yang apabila kita lakukan secara berlebihan itu tidak baik dan bisa merusak.

Dan yang perlu kita ingat zaman kitapun akan segera berlalu namun sistem nilai yang baik harus selalu dipertahankan sekuat tenaga hingga dapat melintasi zaman ke zaman. Karena kita tidak akan tahu bagiamana gadget gadget zaman masa depan dalam mempengaruhi tata cara dan nilai hidup generasi selanjutnya...


Karena anda sangat berharga

4 comments:

Dody Purwanto said...

Hahaha...blogger pasti keberatan. Yang jelas gadget ada baiknya dan juga tidak baiknya. Semoga para pengguna gadget bisa memanfaatkan gadget untuk membaca informasi di blog-blog kita...hahaha

Ivlay Fus said...

aku hanya bisa bilang: AMIIINN HA HA HA

Kang Nata said...

Kalau kecanduannya untuk tujuan yang postif, iya boleh2 saja menurut saya mas.Misalnya melalui Gadget kita bisa membaca banyak pengetahuan dari Internet, why not ?

apalagi yang dibaca adalah Situs Asik Pedia, kecanduannya memang harus, hahahah....

Ivlay Fus said...

Asiik