Sunday

BAGAIMANA WAJAH AGAMA 20 TAHUN KE DEPAN?

Ada perubahan signifikan dalam manusia memandang alam dan kehidupan mereka dalam 15-20 tahun ke depan, misalnya pada saat itu teori bumi datar benar benar akan terhapus dari pandangan kebanyakan manusia karena perjalanan ke angkasa luar seperti mengunjungi Mars dan bulan adalah hal yang biasa saja, 45% Filem sci-fi yang diputar sekarang akan menjadi kenyataan.




1. PERJALANAN DAN MENETAP BEBERAPA WAKTU DI ANGKASA
Sebagian orang akan memulai ini pada tahun 2025, jika menilik dari pencapaian pemerintah India dalam mengembangkan wahana angkasa luar yang akan diterbangkan ke mars dan juga melihat ambisi cina yang akan mendaratkan pesawat mereka dibagian tergelap bulan, maka aman memprediksi: Manusia akan memijakan kaki ke mars pada tahun tersebut dan bulan tidak hanya menjadi obsesi negara negara barat, negara negara Asia diam diam pasti akan mencoba melakukan pencapaian tersebut jika ingin keberadaan diri mereka dianggap oleh negara negara barat yang selama ini mendominasi kebudayaan besar dunia.

Untuk pertama kali kita tidak dapat menyangkal orang yang mampu melakukan perjalanan keangkasa luar itu adalah para astronout, para teknisi yang terlatih, akan tetapi seiring waktu kemajuan teknologi berkembang, keamanan, keselamatan, kemudahan dan kenyamanan perjalanan keangkasa telah ditulis sebagai konsep wajib para insinyur dan perancang kapal angkasa pada saat itu hanya orang orang berduit yang akan mampu membayar ongkos wisata ke luar angkasa dunia ini dan pulang ke bumi dengan selamat. Jika hari ini para pemeluk agama yang taat melakukan perjalanan rohani mengunjungi tempat tempat suci ibadah keagamaan hanya merayap dikerak bumi, orang orang islam pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, sebagian orang orang kristen pergi ke Jerusalem untuk ziarah rohani maka orang orang kaya dimasa depan melakukan ritual wisata ke angkasa luar: Ke planet mars, ke bulan atau mendaratkan kapal angkasa ke astroid terbesar sambil memandang wajah alam semesta ini dari luar bumi. Sebuah perjalanan “rohani” untuk mendapatkan kesadaran bahwa kita adalah makhluk yang sangat kecil namun sangat berintelijensia, atau perjalanan untuk menemukan jati diri kita sebagai makhluk fana di luar bumi tempat kita dilahirkan dan tercipta dari asam dan asinnya kehidupan.

2. MENETAP DI SEBUAH KOLONI ANGKASA
Sebuah ide negara telah dibuat misalnya asgardia, negara ini akan berjalan pada sebuah planet buatan atau kapal angkasa besar yang dapat menampung lebih sejuta jiwa umat manusia, plus tumbuhan, hewan, taman, kebun dan bangunan. Asgardia adalah sebuah proposal yang diajukan oleh Igor Ashurbeyli dari Rusia, negara di luar bumi dan sekarang penduduknya masih warganegara bumi, namun pada saatnya tiba mereka akan segera dapat pindah ke asgardia. 


Proyek ini sedang berjalan dan mereka telah mengirimkan beberapa buah satelit ke angkasa luar, setelah anggota yang mendaftar mencapa 100 ribu orang Asgardia resmi mendaftarkan diri sebagai sebuah negara ke PBB.

Contoh diatas bagaimana sebuah negara akhirnya berdiri disebuah wahana angkasa luar dan berubah menjadi “planet buatan” pada saat itu jelas sekali peraturan dan undang undang yang mengatur peri kehidupan warganegara telah dibuat dari sistem pemerintahan, ekonomi yang menyangkut perbankan, hingga hubungan politik negara ruang angkasa dengan 195 negara negara di atas permukaan bumi telah disusun sebagai amandemen. Saya lebih suka membayangkan dan berandai andai dari awal: Penduduk yang memiliki keyakinan beragama bagaimana mereka menjalankan agamanya? Harus ada banyak perubahan cara kita bersikap dan beribadah. Misalnya bagi orang kristen mereka mendirikan gereja di luar angkasa dan terbang ke bumi jika ingin ke Jerusalem. Sementara umat Islam mendirikan mesjid dan dan harus terbang ke Bumi jika ingin menunaikan ibadah haji, ataukah kita akan membuat ka’bah baru di permukiman angkasa luar nan jauh? Saya juga membayangkan 15 milyar populasi manusia yang menghuni bumi memang harus mencari bumi lain diluar angkasa jika masih ingin tetap mempertahankan keberadaan mereka dan menghindari pergolakan dan perang dalam karena berebut sumberdaya alam dan makanan terhadap sesama. Saya setuju dengan sebagian besar pendapat para ilmuwan: Jika ingin terhindar dari ancaman kepunahan kita harus mulai “mengeksplorasi” permukiman baru di alam semesta dan segera bepergian meninggalkan bumi.

yang jelas pada saat umat manusia menyadari bahwa mereka adalah satu satunya ras manusia di alam semesta, seharusnya mereka akan lebih bersatu, perbedaan suku, keyakinan beragama dan kebangsaan bukanlah lagi hal yang penting.

3. JIKA BERTEMU DAN BERINTERAKSI DENGAN RAS MAKHLUK BERINTELIJENSIA.

Jika suatu waktu manusia dalam perjalanan dan petualangannya bertemu dengan makhluk lain yang juga berintelijensia atau memiliki kecerdasan yang sama dengan kita umat manusia, hanya 4 hal yang mungkin bisa terjadi:
  1. Menghindari mereka
  2. Berinteraksi
  3. Berperang
  4. Mengamati
Kita dapat menghindari mereka terlebih dahulu sebelum yakin mereka tidak berbahaya, mengirimkan informasi penting ke bumi perihal keberadaan mereka, mempelajari perihal ras alien namun banyak hal yang belum kita ketahui di alam semesta, tidak semua hukum alam berjalan seperti yang kita ketahui dan telah kita pelajari. Kita tidak akan tahu apakah mereka juga melakukan hal yang sama dengan kita: Memiliki nilai, aturan dan etika yang sama dengan yang kita anut. Dan jika kita harus berinteraksi sebaiknya kita bersahabat dengan mereka dalam mengelola sumberdaya alam, jika kita “memperebutkan” sumberdaya alam dengan mereka berarti potensi kita untuk berperang dengan mereka akan terbuka lebar. Pada saat itu kita akan memupuk kesadaran: Alam semesta yang luas dan indah ini juga penuh dengan ancaman bahaya kematian.


Cara kita meyakini agama akan berubah ketika kita memandang ras makhluk yang mungkin jauh lebih cerdas daripada kita, kita bisa mempertanyakan keyakinan dan agama mereka dan membaca kembali kitab kitab suci kita. Kita hanyalah manusia dengan banyak pandangan persepsi: Mencocok cocokan sesuatu agar sesuai dengan keyakinan kita. Dan tentu saja kita tetap bebas memiliki keyakinan kita secara personal atau secara pribadi. Namun secara umum keyakinan beragama akan menjadi sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu kala. Pada saat teknologi menjawab tantangan kita terlepas dari kesadaran yang mengikat secara alami: Kesadaran yang kita sebut “naluri” dan “bimbingan” dari luar diri kita. Penelitian terbaru menyebutkan semakin cerdas satu makhluk kesadaran dirinya akan semakin terpusat kedalam dirinya, dan secara bertahap dia akan melupakan dan berhenti mengharapkan pertolongan dari luar dirinya yang bersifat metafisika melalui doa doa.

4. TEKNOLOGI TIDAK MUNGKIN MENGGERUS KEYAKINAN.

Tidak bukan teknologi yang menggerus keyakinan ras manusia terhadap agama, akan tetapi “evolusi” dari gen kecerdasan mereka. Malangnya dari hasil penelitian perubahan dalam bentuk berevolusi ini masih terus berlanjut dan kita semua, bukan hanya manusia masih sedang berubah kearah sana, hewan dan tanaman juga sedang berubah menjadi diri mereka di masa depan. Proses ini terjadi pada penelitian otak manusia dan tikus. Jangan meremehkan ini. Manusia pada zaman milenium jika dibanding dengan manusia pada 5000 tahun lalu berbeda struktur syaraf mereka dengan kita, terjadi penambahan yang rumit pada sistem syaraf kita sejak seribu tahun walaupun perubahan itu pelan pada jam waktu namun hari ini perubahan terjadi semakin cepat. Kita dapat melihat perubahan pada gagdet yang sedang kita pakai: Bagi kita iPhone 1 itu pada waktu dulu sangat canggih, namun pada hari ini iPhone X dan iPhone 8 jauh lebih canggih. Gagdet bukan manusia, itu hanyalah buatan manusia, namun gambarannya terjadi di alam semesta: Perubahan, ahli fisika Einstein mencetuskan: Tidak ada yang abadi di dunia selain perubahan itu sendiri. Kita keliru kalau menganggap manusia tidak mengalami perubahan baik secara fisik, kecerdasan dan kemampuan kognitifnya dari masa kemasa. 

Namun kita tidak tahu persis bagaimana cara pandang manusia terhadap keyakinan dan agama hingga 15 sampai 20 tahun ke depan...

Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup

3 comments:

wedibloger said...

Agama itu bagaikan sebuah orbit. walaupun benda yang mengelilingi nya mengalami perubahanan, dia tetap konsisten dan tidak berubah. Karena jika orbit berubah mengikuti benda yang mengelilingi nya, punahlah alam semesta.

DailyTroubleshooting said...

Saya melihat dari segi positivenya, banyak orang melihat sesuatu dari sudut pandang keyakinan saja dan merasa saudara saudaranya tersesat. Tapi zaman akan berubah baik buruknya sekarang tergantung manusia itu sendiri...

Ivlay Fus said...

Ilmu tanpa agama buta

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile