Monday

AGAMA DAN NEGARA BERBEDA PANDANGAN TERHADAP "4 PERBUATAN DOSA" INI

Berhati hatilah, tolok ukur negara dan agama berbeda. Dalam hal ini baik agama Yahudi, kristen dan Islam hampir mirip dalam beberapa hal dalam mematok hukum terhadap beberapa hal yang dianggap melanggar ajaran agama. Hukum dan aturan negara mengatur hal hal mendasar untuk peri kehidupan di dunia sedangkan hukum hukum agama diklaim untuk menghindarkan manusia dari hukuman setelah kematian. Ada beberapa jenis kejahatan yang dalam hal ini negara dan agama sepakat, seperti pembunuhan, penipuan dan pemerkosaan, walaupun bentuk hukumnya berbeda penerapannya. Namun untuk hal hal yang tercantum di bawah ini antara negara dan agama memiliki perbedaan pandangan dan sikap:
1. PERJUDIAN

ilustrasi perjudian 

Ada gak agama melegalkan perjudian? hampir gak ada, yang namanya judi itu dosa dan kalau berdosa akan dihukum dan masuk ke dalam neraka. Agama dengan jelas meletakan ukurannya sementara negara melegalkan beberapa jenis perjudian dengan ijin tentu saja setelah melalui kajian, pertimbangan politis, ekonomis dan dan dampak etika terhadap warganya.

Paling tidak beberapa jenis perjudian di depan umum disampaikan melalui media kehadapan publik. Tidak ada paksaan kita mau mengikutinya atau menolak untuk mengikutinya, Jakarta dizaman Ali Sadikin beberapa jenis perjudian di legalkan dan pada waktu itu menghasilkan dana segar sebesar 20 milyar pertahun. Uang itu digunakan untuk membangun jalan, puskesmas, gedung sekolah dan sebagainya. Waktu itu karena mendapat kritik keras dari kalangan agamawan Ali Sadikin mengatakan: jakarta butuh uang, dan jalan jalan dibangun dari uang hasil judi walaupun hukumnya haram menurut agama.
2. PROSTITUSI


Ilustrasi prostitusi 

Beberapa negara di dunia melegalkan jenis prostitusi dan membuatkan aturan untuk itu, batasan prostitusi atau perzinahan dalam agama sudah jelas bahkan dalam suatu agama ada yang mengatur, menyentuh prempuan yang bukan muhrimpun dilarang karena mengarah kepada perzinahan. Akan tetapi di dunia ini lebih banyak negara yang berfaham liberal dan mereka tampak baik baik saja dengan batasan kebebasan yang diatur oleh hukum atau undang undang negara mereka.

Untuk negara tercinta saya hanya bisa memberikan contoh Jakarta pada masa Ali Sadikin yang melegalkan prostitusi di Jakarta, dia beralasan di mal mal juga banyak wanita wanita tunasusila berkeliaran, becak becak komplet isinya wanita tunasusila, jadi beliau menertibkannya melalui lokalisasi. Dan lokalisasi harus membayar pajak kepada negara. Uangnya digunakan untuk menunjang pembangunan Jakarta. Ali Sadikin bilang kepada para ulama yang menentangnya, jalan jalan yang anda lalui dibangun dari uang judi, mobil dinas yang anda pakai, hingga gedung dan sekolah yang disubsidi oleh pemerintah.

Kita memang bisa mengatakan: "Kita akan memperbaikinya perlahan lahan" tetapi pernyataan itu absurd karena pada awalnya kita ada karena pundak pundak mereka yang berdosa itu telah membawa kita hingga sampai kepada saat sekarang"
3. RIBA

Agama menyatakan membungakan uang, memakan uang riba dan menggunakan uang riba itu dilarang dan pelanggaran adalah salah satu perbuatan dosa besar. Akan tetapi bank bank diseluruh dunia mempraktikan hal ini walaupun faktanya dengan penjelasan masuk akal, mengatur keuangan, memberikan bantuan dan pinjaman finansial bagi yang membutuhkan kemudian menagih kewajiban pembayarannya berdasarkan cicilan yang dikenakan bunga.
ilustrasi Riba 

Mungkin diluar perbankan praktik perorangan yang meminjamkan uang dilarang oleh negara karena tidak ada dasar hukum yang tersedia, akan tetapi jika anda bersedia mendirikan usaha dan melengkapi persyaratan hukum anda bisa melakukan praktik ini. Banyak orang akhirnya memakai jasa perbankan karena memang secara hukum dan praktik terbukti aman untuk di ikuti. Sedikit sekali solusi agama yang menjadi tandingan praktik perbankan kalau kita boleh jujur, bank bank syariat juga memiliki persyaratan administrative yang nyatanya mirip dengan pola perbankan. Kita dapat menerima uang jasa memminjamkan uang dengan mengatas namakan beaya "administrasi" Ah, biarlah setiap perbuatan tergantung kepada niat, tetapi niat siapa? Apakah kita yakin kepada niat kita sendiri? Dan lagipula jika kita hanya mengatasnamakan niat kita sendiri atau terpulang kepada niat masing masing, berarti kita sudah berniat hanya kepingin "selamat seorang diri"

Jika bank tidak mematok tarif untuk membuat sistem mereka supaya bisa berjalan lalu dengan apa beaya operasional mereka dibayar? Lagipula selagi sistem perbankan masih mengambil keuntungan finasial dari jasa simpan dan memberikan pinjaman, maka bank tetaplah bank walaupun bernama bank apa saja, jika tidak bagaimana kelangsungan hidup bank bisa dipertahankan? Dari akad yang yang di formalisasikan menjadi kesepakatan untuk saling menghasilkan transaksasi.
4. MIRAS

Walapun pemerintah terkadang ikut menumpas minuman keras, namun faktanya minuman keras tetap dijual dengan aman dan selamat di mal mal dan supermarket. Sekali lagi miras "iligel" Sama seperti jagon di kotak rokok: "peringatan pemerintah, merokok dapat membahayakan kesehatan dan mengakibatkan kanker" nyatanya produksi rokok terus meningkat dan harganya merangkak naik mengikuti tingginya pajak dan cukai yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap jenis komoditi ini.

Ilustrasi Minuman Keras 

Bisnis minuman keras umumnya tidak dilarang di dunia, mungkin beberapa negara telah melarangnya tapi jumlah negara ini tentu saja sedikit sekali. Tidak dapat dipungkiri bisnis ini menghasilkan pemasokan pajak yang besar sama seperti rokok, bir adalah hal yang paling umum didapatkan di supermarket, mall hingga warung warung kecil di Indonesia, dan yang melakukannya adalah orang orang yang beragama. Dalam agama Islam meminum minuman keras dan beralkohol adalah termsuk dalam dosa besar

Dalam pesta pesta besar terdapat minuman keras, rasanya hampir separoh pesta yang diadakan di negara ini menyediakan miras sebagai pelengkap kemeriahannya

Masalahnya semua hal diatas dilakukan oleh orang yang mengaku beragama, dan masalah yang sama adalah kita hidup dibawah naungan konstitusi negara yang melindungi hak warganya untuk berusaha mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Setuju atau tidak setuju kita harus berhadapan dengan hukum yang mengatur kehidupan bernegara. Sekali lagi orang bisa berkata perbuatan apapun tergantung kepada masing masing individu, ada benarnya juga...

4 comments:

James Riady said...

Karena urusan negara umumnya lebih luas mencakup kehidupan berwarganegara yang beraneka warna budaya, keyakinan, agama kepentingan politik, sedangkan agama adalah kehidupan spritual yang belum tentu dapat diterima oleh semua orang.

Khairunnisa Ast said...

Oleh karenanya, orang yang beragama hendaknya menjalankan kehidupan sesuai tuntutan agamanya. Setidaknya bukankah negara kita menjamin kebebasan beragama.

bencong hepi said...

Hari hari segini orang banyak bacot coy

Anissa Auliasari said...

Aku setuju dengan pendapat om James Riady dan Mbak Khairunissa...kita diberukan kebebasan untuk menjalankan agama dan keyakinan kita masing masing

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile