Friday

3 ALASAN MENGAPA KECERDASAN OTAK TIDAK BEGITU BAIK BAGI SUATU HUBUNGAN

Akhir akhir ini anda mungkin disuguhi oleh berita politik, perampokan, korupsi di media massa, tidak masalah bagaimana caranya anda menanggapi berita perampokan, pembunuhan dan insiden di jalan raya, namun tanpa anda sadari otak bekerja memilah-milah informasi tersebut, menyesuaikan nya dan kemudian menyimpan informasi yang telah dipilih untuk ditempatkan pada "rak"nya masing masing di dalam memori, disana juga terdapat daftar tanggapan yang pantas yang anda berikan jika anda menemukan pengalaman yang sama.

1. KARENA OTAK BERLOGIKA, MEMBUAT MANUSIA JADI DINGIN DAN KESEPIAN
Dan malam yang dingin datang, gerimis membasahi jalan yang sepi ketika anda berkendera anda melihat seorang lelaki jalan kaki. Dalam hati anda ingin menolong lelaki tersebut dengan memberikan tumpangan, tapi nanti dulu, otak sedang bekerja menampilkan informasi: Perampokan di jalan raya dengan modus meminta tumpangan dan daftar tanggapan segera memenuhi syaraf: Jika anda memberikan tumpangan lelaki itu akan segera memasuki kenderaan, beberapa menit kemudian pada saat melewati persimpangan yang lebih sepi dia akan menodongkan senjata.

Ingat kasus perampasan kenderaan yang terjadi di Jalan sepi, kenderaannya di rampas lalu orangnya di bunuh dan mayatnya di buang ke selokan. Si perampas kemudian kabur membawa kenderaan.

Sederet info lain dalam bacaan di dalam genom anda juga di tampilkan dengan logika oleh otak: "Ingat tidak semua manusia sejahat itu" bantah hati nurani anda ketika mengingat dan membaca deretan informasi yang memang telah diajarkan melalui ajaran agama, etika dan kultur anda. Tidak semua manusia jahat, contohnya diri anda seniri, ibu anda dan adik adik anda tidak mungkin melakukan perampokan apalagi sampai melakukan pembunuhan keji.

Akan tetapi informasi tentang risiko yang mungkin akan anda terima jika mengabaikan informasi yang telah diolah oleh otak, bahwa kesempatan untuk melanjutkan hidup hanya satu kali, jika anda mengabaikannya maka anda mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan hidup untuk kedua kalinya atau akan mengalami kerugian finansial yang besar.


Membayangkan hal itu anda terus berkendera meninggalkan orang tersebut berjalan seorang diri, melirik ke kaca spion kanan anda sambil memaafkan diri anda sendiri. Mungkin jika orang itu adalah lelaki baik baik, dia tentunya baik baik saja dengan berjalan kaki dan apalagi jika dia sudah terbiasa.

Tentunya setelah anda selamat sampai di rumah anda akan melupakan peristiwa kecil tadi. Tetapi anda harus tahu dalam perpustakaan otak telah dicatat informasi lain, jauh di dalam ruangan yang sepi dan dingin di dalam genom: Peristiwa tadi berisi kesimpulan bahwa dunia terkadang bukanlah tempat yang nyaman dan hangat, bahwa manusia termasuk diri anda sendiri bisa menjadi pribadi jahat dan dingin: tertutup dan saling mengabaikan satu sama lain.


Tentu saja tidak selamanya menjadi pintar lalu meninggalkan perasaan kemanusiaan, menjadi pintar hanyalah bagaimana orang bisa bertahan dan mengatasi persoalan dalam hidup.



2. KARENA OTAK MENGABAIKAN CINTA
Ada beberapa sebab  manusia memiliki personifikasi yang berbeda beda, tetapi lelaki dengan logika yang tinggi biasanya menjadi terlihat lebih dingin pada saat bersikap terhadap sebuah hubungan asmara. 
Beberapa contoh orang genius terlihat gagal bersikap setia dan tetap romantis terhadap pasangannya, Steve Job tentu saja lebih memilih mengikuti arah ke geniusannya daripada hubungannya dengan seseorang walaupun dia tetap bertanggung jawab. Isteri pertama Einstein Mileva Maric walaupun di duga sebagai wanita yang pernah paling dicintai Einstein di atas dunia namun wanita itu menulis:

"Dia hanya hidup untuk ilmu, kami tidak penting baginya, kami selalu ditempatkan di peringkat kedua."

Hubungan mereka berakhir buruk dan bercerai.

Tentu saja kisah ini tidak ada hubungannya dengan setiap orang genius secara pribadi, akan tetapi mengandalkan otak membuat lelaki lebih dingin terhadap cinta terutama pada saat mereka di hadapkan kepada pilihan: Pasangan atau cita cita jangka panjang? Mereka akan memilih dengan matematis, jangan berharap mereka menjadi sentimental. Cinta bagi mereka adalah hanya sebuah proses perubahan kimia di dalam tubuh manusia dan hanya bersifat sementara. Mereka berpikir dengan cepat dan keputusan yang ter pahit adalah meninggalkan atau mengabaikan kekasih mereka.

Dengan menjelaskan ini saya tidak mengatakan anda harus meninggalkan orang yang sangat pintar, saya hanya mengatakan anda harus siap menerima dirinya apa adanya jika anda mencintainya.


3. KARENA OTAK DAPAT "MELUPAKAN" PERSAHABATAN
Lelaki atau wanita yang selalu berfikir logis tampak tidak menderita pada saat kehilangan, mereka dapat mencerna informasi dengan cepat mengabaikan perasaan terluka dan kecewa dan menjadi biasa dalam sekejap.

Tampak seperti tidak memiliki perasaan namun bukan berarti mereka tidak hangat. Yang menjadi masalah adalah mereka memandang kawan dan lawan hanyalah sebuah sistem dan problem yang harus diatasi dengan berbagai cara. Orang Genius sering memandang lawan sebagai objek mereka dan mempelajari mereka lalu menganggap lawan selalu mirip dengan kawan. Mereka menyadari baik dan buruk selalu berdampingan dan saling melengkapi dengan seimbang, seperti kelebihan dan kekurangan saling menutupi. Mereka mengerti lebih baik bahwa keseimbangan hidup harus di jaga dan dipertahankan. Kesadaran mereka relatif lebih tinggi daripada orang kebanyakan.
Jika orang awam membenci seseorang dan ingin orang itu tiada, seorang genius tidak melihat seperti itu. Mereka akan selalu memandang orang yang dibenci oleh perasaan itu pasti memiliki manfaat untuk hidup dan kehidupan secara keseluruhan. 

Hal itulah sebabnya mengapa mereka kadang tampak menjengkelkan seolah tidak memihak kepada anda padahal anda merasa selama ini adalah teman mereka, sebabnya mereka selalu memandang anda tidaklah lebih penting dari orang orang yang mungkin anda dan dia benci sekaligus.

Orang yang terbiasa menggunakan logika kadang mengambil keputusan dengan mudah dan kadang terlihat begitu tidak masuk akal dan mengecewakan orang lain. Namun keputusan itu telah mereka pikirkan dengan baik dan berdampak untuk jangka panjang...

Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup

2 comments:

Dyah Yasmina said...

Kecerdasan ini maksudnya IQ, mungkin ya. Kalau EQ, tentunya bisa jadi artikel lain lagi.

Nay Fus said...

IQ bawaan sejak lahir: mencakup dari yang paling idiot hingga yang paling genius.
EQ dapat di tanamkan oleh pendidikan, latihan dan disiplin, hingga pengaruh lingkungan.

Mana yang lebih penting? Dua duanya penting. Tapi kecerdasan lebih menentukan sukses dan tidaknya seseorang dalam hidup dan masa depannya.

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile