Monday

GENOM 1: TIDAK ADA YANG ABADI DALAM HIDUP

"Setiap yang bernyawa pasti akan mati" (Alquran)
"Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan" (Fisika sains)

Evolusi adalah hukum alam, semua makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap tekanan dan kenyamanan untuk mempertahankan hidup, apapun alasannya itu berlaku tanpa terkecuali termasuk terhadap kita ras manusia: Lingkungan yang didalamnya terdapat iklim, cuaca, tekanan alam salah satunya menyebabkan orang Eropa menjadi berkulit putih dan bertubuh besar dan kulit mereka tahan terhadap cuaca dingin yang menyengat. Dan jika kita melihat di benua Afrika pula orang berkulit hitam karena itu kulit mereka lebih tahan terhadap cuaca yang panas menyengat. Namun dalam kisah yang merentang dalam waktu puluhan juta tahun makhluk hidup berevolusi menjadi berbagai bentuk ras yang berbeda di masa kini, misalnya beberapa makhluk reptil pada zaman kuno telah berevolusi menjadi burung burung yang berterbangan di masa kini.
Sejauh ini fakta bahwa manusia adalah makhluk yang berakal tidak dapat merubah kenyataan ini: Kita berdarah, kita terluka, kita mati dan  jasad kita dapat dimakan hewan ulat dan binatang buas. Binatang buas dan ulat mati menjadi humus dan makanan tanaman. Kita semua adalah Makhluk Makhluk yang Fana.

1. KISAH DAUR ULANG KEHIDUPAN
"Alam adalah kerabat kita, dan kita berasal dari alam, kepada alam juga kita akan kebali untuk di buat ulang dan dijadikan percobaannya"  paling tidak setiap tubuh dan raga makhluk hidup terbentuk dari humus tanah yang subur pada awalnya sekalipun kita lahir di sebuah negara yang sangat tandus. Bayangkan tanpa makanan orang tua anda tidak akan hidup makanan itu berasal dari tanah dari tanaman dari hewan hewan, bayangkan tanaman itu juga tidak akan hidup tanpa makanan yang mereka angkut dari akar akar mereka, makanan tanaman itu berasal dari bangkai bangkai yang membusuk karena diuraikan oleh para jasad renik yang hanya dapat dilihat dibawah mikroskop super kuat. Bangkai bangkai itu bisa saja berasal dari hewan, manusia dan tanaman yang mati. Membusuk itu berarti diuraikan secara kimiawi oleh alam untuk di daur ulang. Artinya kehidupan ini terjadi berulang ulang dan tubuh kita, tubuh hewan dan bentuk bentuk tanaman itu tercetak sesuai dengan cetakan genetikanya berkat jasad jasad pendahulu kita yang telah diuraikan dan diaur ulang.
Daun singkong itu tumbuh dari tanah, tanah itu adalah "bubur" semua jasad yang telah mati dan berubah menjadi nutrisi untuk berbagai bentuk kehidupan, ketika bayi bayi diperut rusa dan kambing belum lahir, ibu hewan hewan itu memakan pucuk pucuk daun daun yang akan membentuk janin didalam rahim mereka. Lalu manusia juga memakan sayuran, bahkan memakan daging rusa dan kambing, ibu ibu manusia butuh protein untuk membentuk tubuh bayi yang akan dilahirkannya, bayi bayi itu di "cetak" sesuai dengan moulding dari perintah genetika dalam genom kehidupan, segalanya adalah rangkaian, mekanisme yang sederhana dan indah. Semuanya di alam semesta.

Ketika hidup kita sama sama melata di atas permukaan bumi, memiliki ketergantungan satu sama lain dengan alam, kita harus bernafas dan tanpa udara kita tidak dapat hidup tanpa itu dan bersama hewan, bersama tumbuh tumbuhan kita menghirup udara yang sama, menerima kehangatan matahari yang sama dalam jarak ruang dan waktu yang tidak berbeda.

Jika zaman dahulu nenek moyang kita dan dinousuros hidup berjalan kaki dari benua ke benua, berkelana dibawah udara alam purbakala, hari ini kita naik pesawat terbang, kereta listrik yang sangat laju dan mobil mobil yang menderu, sadarkah kita bahwa kita telah mendaur ulang energi yang berasal dari mereka? Darimana asalnya minyak bumi yang kita jadikan bahan bakar pesawat, kereta dan mobil hari ini? Dari milyaran ton jasad jasad makhluk purbakala dan nenek moyang kita! Mereka memfosil setelah berpuluh juga tahun dan berubah menjadi sumber energi minyak, kita menggali mereka dengan melakukan pengeboran. Dari mana kita berasal?

Dari mana kita berasal tidaklah datang begitu saja, ilmu pengatahuan mulai mengungkapkannya satu demi satu.

2.KERA KERABAT TERDEKAT MANUSIA?
Sekali lagi alam adalah kerabat kita, membentuk makhluk hidup didalamnya termasuk kita manusia. Kita tidak datang tiba tiba dan menjadi manusia begitu saja semuanya tidak pernah terluput dari hukum alam ini, berubah pelan pelan menuju kepada bentuknya hingga sekarang. Manusia masa depan masih akan berubah dan akan berbeda daripada masa sekarang. Jika suatu waktu yang jauh dimasa purbakala manusia hidup di dalam lingkungannya dengan segala keterbatasannya menyesuaikan diri demi bertahan hidup dan menyerupai kera itu adalah karena proses penciptaan dan pembentukan dilingkungan alam, manusia adalah manusia dan dia berasal dari cikal bakal yang semakin jauh ditelusuri kebelakang akan semakin gelap dan samar asal usulnya. Namun sains tidak akan pernah berhenti mencari tahu sampai segala rahasia yang perlu kita ketahui akan terkuak termasuk darimana kita berasal dan dimana tempat kita di alam semesta ini...

Kita dan kera awalnya sama, 99% memiliki genetika yang sama dibanding dengan hewan lainnya,  namun kini Kera adalah makhluk yang berbeda dan mereka terpisah dari kita, mengapa mereka tidak menjadi manusia saja? Karena dalam naluri kolektif ras mereka didalam genetika yang membentuk mereka belum tentu Simpense dan urangutan mau menjadi manusia, perubahan itu terjadi dan telah berjalan puluhan juta tahun yang lalu, dan tidak mungkin mereka kembali kepangkal kisah evolusi dan memutuskan menjadi manusia begitu saja, tanpa mengikuti aturan hukum evolusi tersebut, Seperti perjalanan yang panjang yang tidak mungkin untuk kembali lagi sejauh itu untuk menemukan kembali pangkal jalan setelah berpuluh juta tahun. Dan sejauh ini meraka baik baik saja menjadi bangsa kera. Sebaliknya manusia memang telah lolos menjadi manusia dan akan berlanjut menjadi ras manusia hingga sampai ketitik akhir cerita alam semesta.

3. TIDAK ADA KISAH KEABADIAN BAGI YANG HIDUP
Bagi yang hidup kisah kematian dan kehidupan bagaikan nyanyian abadi di alam semesta. Akan tetapi manusia kemudian begitu dominan, setelah melewati proses penciptaan yang begitu panjang kecerdasan manusia bertambah, bukan hanya kecerdasan tetapi juga kesadaran akan keberadaan diri mereka yang begitu rumit membuat manusia menginginkan keabadian, namun memiliki fisik yang terbuat dari tanah hanya akan membuat manusia tetap menjadi makhluk fana.

Pada akhirnya kesadaran dan kecerdasan itu menemukan  bahwa hanya energilah bentuk yang kekal, tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dihancurkan, energi itu hanya berubah dari satu bentuk kepada bentuk lain. Dan manusia akan merekayasanya menjadi jembatan hidup untuk mempertahankan rasnya, dan menentukan tempatnya di alam semesta ini...

(GENOM 2: TAKDIR)

Kami hanya mencoba menjelaskan dan meluruskan cerita dalam hidup

2 comments:

Handy Rusandi said...

Semua kan kembali kepada-Nya

marsonang said...

jadi teringat mata pelajaran biologi tentang rantai makanan :D

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile