Sunday

MENGAPA TULISAN GAGAL MENCAPAI PEMIRSA?

Menulis adalah sebuah profesi dan itu membutuhkan ketekunan, konsistensi dan talenta. Bukan hanya sekedar hobi menulis, tetapi bentuk dan tujuan penulisan membutuhkan keahlian bukan hanya dalam bentuk menulis tetapi daya nalar yang mampu membuat sebuah tulisan menjadi menarik dan juga masuk akal, menghibur dan kadang harus dapat memuaskan daya intelektual pembacanya. Tulisan adalah sebuah ide atau mengandung ide ide dari dalam pikiran anda. Dan saya yakin anda sudah memiliki semua itu, tetapi mengapa sebuah tulisan terkadang gagal sampai ke hadapan para pembaca?


1. MEDIA

Jika pada zaman dahulu media itu berarti adalah media massa dan berperan menentukan sampai tidak sampainya sebuah tulisan ke hadapan pembacanya, adalah karena kesediaan penerbit untuk menerbitkan tulisan anda, maka hari ini segalanya berubah, anda dapat menulis dan menerbitkan tulisan anda, tinggal menunggu apakah masih juga tidak sampai kehadapan para pembaca? Benarkah tulisan anda tidak semanarik itu? Coba baca dan pelajari tulisan yang menjadi viral, kadang anda berfikir, anda dapat menulis tulisan serupa, begitu mudah menulis kalau hanya topik seperti itu, konten biasa biasa saja tapi mengapa di tangan seseorang tulisan itu lantas menjadi viral?

Well, kalau zaman dulu bapak bapak kita menulis dengan modal tekad yang bulat sampai akhirnya tulisannya diterima oleh penerbit, anda dapat membayangkan perjuangannya dari mengetik naskah mengantar atau mengirimkannya ke meja redaksi dan belum tentu juga langsung diterima. Namun hari ini anda dapat membuat sebuah website dan langsung menulis dan menerbitkannya lalu memonetesinya agar menghasilkan uang, tapi mengapa masih tidak sampai ke hadapan pembaca? Persoalannya hari ini dunia penulisan yang menjadi begitu mudah menimbulkan persaingan yang semakin ketat, ya memang benar demikian adanya, akan tetapi anda jangan melupakan "Media", adalah benar sebuah media yang baik dan menarik tentu dapat menjadi kenderaan yang baik untuk mengantarkan tulisan yang anda sajikan kehadapan pemirsa.

Anda perlu mendandani media anda yang berbentuk website atau blog sehingga menarik, mempromosikannya melalui media media sosial dan terus berkarya tanpa henti dengan cara mengupdate ide tulisan tulisan berupa artikel artikel di blog anda secara konsisten.

2. NAMA BESAR.

Zaman hanya membawa sedikit perubahan jika menyangkut nama atau trademark. Anda butuh membangunnya dengan sabar. Penulis dengan nama besar tentu akan mendatangkan pembaca yang besar. Dulu penulis mengandalkan pembeli buku dan koran untuk menghasilkan uang, dan uang itu dibayarkan oleh pihak penerbit dalam bentuk bayaran didalam amplop atau cek bank. Hari ini jika anda menghasilkan uang dari tulisan anda berupa bayaran dari hasil mereview produk, monetesi blog, dan membantu menjual produk online anda menerima bayaran dalam bentuk cash yang dikirimkan ke paypal atau rekening bank secara online. Dulu penulis membesarkan namanya, hari ini penulis membesarkan website dan blognya baru namanya akan dikenal. Kadang jika hanya untuk menghasilkan uang seseorang tidak terlalu memusingkan nama besar pribadinya, yang penting membesarkan nama website atau blognya. Namun tidak dapat dipungkiri, jika seorang presiden atau seorang menteri yang menulis semua orang akan tahu bobot tulisannya karena kapasitasnya sebagai seorang presiden dan menteri. Akan tetapi bagaimana jika seorang seperti anda yang baru memulai debut sebagai penulis dan samasekali belum dikenal? Anda tahu jawabannya, yakni anda harus membangun reputasi anda sendiri.

Tulisan di blog tidak menarik kalau kesannya membawa nama pribadi yagn belum dikenal, apalagi jika subjektif dan dangkal, kecuali jika anda telah memiliki nama besar dan banyak pengikut, orang akan mengikuti tulisan anda karena magnet nama besar anda.

3. MEMBESARKAN MEDIA PRIBADI ANDA YANG DISEBUT WEBSITE ATAU BLOG

Pertama yang harus anda lakukan adalah:

-Mendesain tampilan Website atau Blog anda.

Desain atau tampilan yang membosankan pasti tidak akan menarik pembaca untuk berkunjung. Usahakan tampilan yang sederhana namun menarik dan ringan pada saat dikunjungi. Tidak ada salahnya anda belajar kode html dasar, belajar SEO dan seluk beluk mesin pencarian internet (Search engine). Pengatahuan ini penting untuk menopang kesuksesan media anda di internet. Saya percaya dengan belajar terus menerus anda akan sampai kepuncak keahlian tertentu yang sangat bermanfaat tanpa anda sadari. Anda bisa melihat perbedaannya pada saat anda melihat kembali kebelakang pada saat anda tidak tahu apa apa tentang sebuah keahlian yang kini sedang anda kuasai.

Yang kedua adalah:

-Belajar terus, hari ini belajar menjadi mudah jika anda tidak terlalu memprioritaskan sebuah sertifikat pengakuan bahwa anda adalah seorang ahli jika anda hanya sekedar ingin mencari uang dan bukan mencari pekerjaan di perusahaan orang lain. Dulu saya hampir percaya kata kata orang bahwa tanpa lembaga pendidikan, tanpa seorang guru real yang berdiri dihadapan kelas, saya tidak akan bisa berbahasa Inggris, saya tidak akan bisa mengerti ilmu koding dan pemrograman. Nyatanya itu tidak sepenuhnya benar, mereka separohnya mengejek saya pada saat saya menggali ilmu sepotong demi sepotong dari google, dari buku nyatanya hari ini saya melihat sepertinya semua pintu telah terbuka dan pada saat saya mencoba mengikuti sebuah kursus, hampir semua matode yang diajarkan didalah training itu telah sepenuhnya saya kuasai, saya tidak mengatakan saya tidak butuh seorang guru, saya hanya mengatakan bahwa pepatah "banyak jalan menuju Roma" masih relevan untuk hal yang sedang saya hadapi. Saya tidak pernah belajar atau kursus komputer, tetapi hari ini saya dapat mengetik sepuluh jari dengan menutup mata. Mengapa? Karena ilmu yang tersebar diinternet itu tidak sepenuhnya sampah, sebagian besar telah ditulis oleh orang orang berbobot dengan kapasitas dan keahlian tinggi, mereka selalu menyajikan pengatahuan dengan teknik teknik yang semakin mudah difahami. Kita harus melepas pradigma lama sedikit demi sedikit. Bahwa belajar dan menjadi terpelajar itu hanya dapat di realisasikan melalui bangku pendidikan di sekolah resmi. Internet dapat menjadi sarana belajar yang murah bahkan gratis.

Yang ketiga adalah:

-Mencari dan membangun pengakuan, bisa dalam bentuk sertifikat, atau predikat dan nama besar yang telah anda sandang. Mungkin kita melihat dengan mata kepala sendiri, seseorang yang mengantongi banyak sertifikat keahlian akan memiliki peluang menduduki jabatan yang tinggi di sebuah perusahaan. Anda merasa terpukul dengan hal itu? Itulah perbedaannya jika anda menjadi penulis dan akhirnya memiliki nama besar di internet, anda tidak membutuhkan hanya sekedar sebuah kertas sertifikat sebagai bentuk pengakuan bahwa anda adalah expat. Di dunia usaha tempat dimana anda mungkin bekerja sebagai seorang karyawan mungkin anda perlu menyadari waktu akan berjalan dan mengapa sebuah sertifikat diterbitkan? Misalnya sertifikat keahlian tertentu di bidang migas, beberapa diantaranya sudah tidak begitu diperlukan lagi seiring perubahan zaman ketika teknologi berubah orientasinya. Namun sebuah keahlian adalah sebuah keahlian, pengakuan akhirnya tidak berlaku lagi, atau kadaluarsa. Namun apakah nama besar seorang pengarang seperti William Shakeaspere akan lenyap begitu saja? Mungkin saja namun membutuhkan waktu yang lama sekali hingga berabad abad karena ide didalam tulisannya telah mempengaruhi pikiran manusia dari generasi ke generasi.

Lalu mengapa sebuah tulisan atau tulisan tulisan sepertinya masih tetap gagal sampai ke hadapan pemirsa? Itu hanyalah masalah waktu. Kepler pada saat menulis bukunya melompat kegirangan dan berkata dengan gembira: "Buku telah aku tulis! Dan aku tidak perduli biar seratus tahun lagi baru menemukan pembacanya! Dan nama Kepler telah abadi. Tapi kita tidak harus seperti Kepler lagian bukan kapasitas kita, kita dapat menemukan cara cara agar tulisan yang berisikan ide dan pemikiran kita secepatnya sampai kehadapan para pembaca yang membutuhkannya. Kita harus melakukannya karena kita telah menulis dan sungguh sayang sekali jika tulisan kita tidak sampai kehadapan pembacanya....Semuanya itu dapat kita capai dengan PENGATAHUAN. Carilah pengatahuan dengan cara belajar sendiri atau mengikuti pendidikan formal sesuai dengan kemampuan anda....

2 comments:

adi pradana said...

Saya terus belajar untuk mempebaiki tampilan blog supaya tidak gagal mencapai pemirsa. Makasih infonya...

Anissa Auliasari said...

betul itu lakukan terus

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile