Thursday

ARTIFICIAL GENERAL INTELLIGENT (AGI)

Pada beberapa tahun dalam 20 tahun ke depan, kecerdasan buatan diperkirakan akan melebihi tingkat kecerdasan pikiran manusia. Situs ini akan menyediakan informasi ter-update dalam perkembangan menuju informasi terkini tentang kecerdasan buatan ini. 



APAKAH AGI ITU?

AGI (Artificial General Intelligent) didefinisikan sebagai konstruksi buatan yang mampu melakukan setiap tugas intelektual layaknya seorang manusia biasa. Setelah kita mampu menciptakan ini, kita juga akan mampu membuat konstruksi buatan ini menjadi jauh lebih cerdas daripada kita saat ini. Selanjutnya, AGI akan belajar bagaimana membuat dirinya sendiri menjadi jauh lebih cerdas. Pada titik itu saat AGI belajar untuk melakukan hal ini, inilah yang sering disebut Singularity.


AGI dan Manusia akan menjadi sama KECERDASANNYA

Adalah penting untuk memahami hal ini: teknologi kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri, itu adalah outsourcing dari kognisi diri kita. Kita sudah pada tahap di mana kita merasa kehilangan jika kita harus dipisahkan dari teknologi kita saat ini (Misalnya Smart Phones). Penggabungan manusia dengan teknologi akan menjadi lebih umum dalam beberapa dekade lagi, pertama dengan munculnya Kacamata Pintar Google tahun ini (2013), maka dengan menanamkan teknologi, dan lampiran pikiran yang mampu mengendalikan anggota badan yang terbuat dari robot sebagai pengganti anggota tubuh yang di amputasi. Dalam 20 tahun kita akan memiliki teknologi nano berukuran perangkat robot yang sangat kecil dalam tubuh kita, untuk memerangi penyakit.


Intinya di sini adalah, AGI tidak akan menjadi entitas yang terpisah, itu akan menjadi bagian dari pikiran manusia maju. Ini tidak akan berbalik melawan kita, karena itu kita akan melaksanakannya.



Anti-AGI: ANCAMAN TEROR

Ketakutan bahwa beberapa kasus dan kesalahan akan membuat AGI mungkin akan berbalik melawan manusia seperti terjadi dalam filem: 'Terminator, skenario hari kiamat, akan memicu pihak oposisi melawan kemajuan teknologi. Alasan lain akan ada perlawanan dari pihak pemeluk agama, yang paling menonjol misalnya dari pihak Islam Radikal. Konservatisme budaya akan menjadi alasan utama lain untuk sebuah perlawanan. Hugo de Garis memperingatkan bahwa konflik besar bisa terjadi karena pasti akan ada perlawanan dalam beberapa dekade mendatang.


NAMUN AGI ADALAH EVOLUSI YANG SUDAH TAK TERELAKAN

AGI tidak akan pernah bisa dicegah. Kreasi dari AGI juga akan memungkinkan kita untuk menjadi abadi. Banyak orang akan siap untuk berjuang untuk memperoleh keabadian ini. Memberlakukan undang-undang untuk mencegah itu tidak akan menjadi pilihan, karena akan menyebabkan lebih banyak konflik daripada akan mencegah konflik itu sendiri. Selain itu, pemerintah pasti akan menginginkan  tingkat kecerdasan AGI sebelum didahului oleh negara-negara lain, demi keamanan nasional maupun internasional mereka.


KEMAJUAN PEMBANGUNAN AGI

Pengembangan AGI dipelopori terutama, oleh Ray Kurzweil di Google. Perhatikan di bawah ini untuk penjelasannya tentang karyanya.


CONTOH PENELITIAN

Perusahaan lain yang menjadi ujung tombak bagi penelitian AGI adalah diantaranya, OpenCog Foundation dan Artificial Intelligence General Research Institute. Banyak pihak lain dari penelitian berkontribusi pada perkembangan akhir AGI. Banyak perusahaan yang ada dengan tujuan tunggal pemetaan otak dan membangun otak buatan, serta tentu saja banyak penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi. Penelitian yang relevan lainnya disebut komputasi biomedis, pusat penelitian untuk ini dapat ditemukan di sini, www.ncbcs.org.


"AGI akan dikembangkan pada tahun 2029"

- Ray Kurzweil, yang sedang mengembangkan AGI di Google, bersikeras bahwa kita akan mengembangkan AGI sekitar tahun 2029.
Apa yang Anda pikirkan?
Apakah Anda setuju dengan prediksi Ray Kurzweil itu? Silakan komentar di bawah ini dengan pikiran Anda, dan apa pun yang Anda pikir harus ditambahkan ke halaman ini.


Sumber:  ThatReallyPossible.

2 comments:

Dyah Yasmina said...

Wah ... kesannya menakutkan sekali kemajuan teknologi yang namanya AGI ini. Sudut pandang ini merendahkan kemampuan manusia untuk beradaptasi. Teknologi bisa mengambil alih semua pekerjaan di pabrik dan kantor. Tapi siapa yang membeli produknya? Kan manusia juga. Jadi pasti tetap akan ada kerja sama. Kalau kita mengasumsikan AGI bisa membuat Cybertron, ya kita pasti akan bisa membuat Laputa. Mungkin, sejalan dengan perkembangan AGI, orang-orang juga akan meneliti gen dan DNA yang bisa membantu perkembangan anak-anak indigo.

Ivlay Fus said...

Manusia akan beradaptasi dan itu tidak akan berbalik melawan kita, demikian bunyi pernyataan para perancang A.I.yang kita tulis diatas, dan kemajuan tekjologi memang selalu seperti pisau bermata dua yang dapat melukai, atau meringankan bebean pekerjaan misalnya nuklir. Sebagai salah seorang yang bekerja disektor industri jasa berbasis teknologi automation, saya menghadapi hal ini: 10 tahun lalu dibagian produksi kami membutuhkan 200 orang tenaga kerja manusia untuk menghasilkan 400-600 hasil pelapisan baja setetapi hari namun hari ini karena teknologi, disana hanya perlu kurang dari 40 orang saja dengan hasil produksi yang harus diakui jauh lebih berkualitas.

Walaupun itu tidak terjadi sertamerta, namun Teknologi telah mengorbankan 160 orang yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka. Namun bisnis adalah fakta, jika perusahaan tidak menggunakan ini, maka perusahaan pasti akan tutup karena kalah bersaing. Dan perusahaan lain diseluruh dunia mulai menerapkannya.

Kita tidak pernah meragukan kemampuan manusia untuk beradaptasi hingga bertahan sejak seratus ribu tahun sampai saat ini.

Tetapi kemajuan tanpa batas akhir yang sebagian orang takuti, AGI dapat menjadi mandiri itu yang ditakutkan oleh orang seperti Elon Musk dan mendiang Steven Hawking, jika mereka tidak melihat hal itu karena kapasitas mereka sebagai ilmuwan, tentu mereka tidak akan gigih membahasnya di seminar seminar teknologi dunia.

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile