Sunday

JANGANLAH BERPUTUS ASA KETIKA PUTUS DARI PEKERJAAN

Ilustrasi

Judul yang saya buat diatas cukup dilematis, jika kita ingin membahas apakah itu pekerjaan maka ceritanya menjadi tidak habis habisnya. Tempat bekerja yang telah ada, yang sedang anda jalani, tiba tiba memutuskan akan melakukan pengurangan tenaga kerja, atau karena alasan tertentu melakukan efisiensi. Dan jika anda adalah termasuk yang tidak beruntung anda juga masuk dalam daftar pengurangan. Apa yang harus anda lakukan mencari pekerjaan baru di perusahaan lain? Bekerja, pekerjaan dan memiliki pekerjaan adalah tiga hal yang berbeda namun identik. Jika anda bekerja artinya anda memiliki suatu pekerjaan. Bagaimana jika anda kehilangannya? Dimana anda adalah seorang karyawan yang telah di PHK. Apakah menurut anda dunia ini telah berakhir?   Tidak ada yang salah memiliki pekerjaan dan berstatus sebagai karyawan, tapi anda juga harus selalu berjaga, dengan memiliki usaha walaupun kecil. Seorang teman yang bekerja ditempat perusahaan yang sama denganku suatu hari memulai usahanya dengan membuka jasa photo copy dan bundling buku maupun dokumen, dia memposting dihalaman facebooknya tulisan ini: "KALAU ANDA INGIN SUKSES, TINGGALKAN WILAYAH NYAMAN ANDA YANG SEKARANG" 
Itulah perbedaannya seseorang yang "keluar" dengan seseorang yang "dikeluarkan". Orang yang memang sengaja keluar meninggalkan pekerjaannya yang telah ada karena inginkan perubahan selalu telah punya "modal" kuat dalam dirinya sementara orang yang "dikeluarkan" pastinya adalah kebanyakan orang tidak siap kehilangan pekerjaan. Jika hal diatas terjadi juga, dimana kita akan kehilangan pekerjaan, banyak sebenarnya hal hal produktif yang dapat anda lakukan, berusahalah tetap tenang. Di suatu tempat ramai selalu banyak kesempatan jika anda tidak menginginkan bekerja di perusahaan. Anda bisa memulainya dari hal kecil, anda jangan selalu mencari cari dan membuat buat alasan klise dengan mengatakan kepada orang orang atau teman teman dekat anda: "Saya tak punya modal" modal itu bukan segalanya, jika itu adalah harga mati, maka anda juga akan segera mati. "kenyataannya saya memang tidak punya modal," adalah pola pikiran yang anda bentuk sendiri dari dalam diri anda.   Anda bisa menulis, memanfaatkan jaringan website, mulailah menawarkan sesuatu kepada orang lain, tidak ada salahnya bekerja serabutan tetapi tetap dengan fokus pada usaha anda. Di masa sekarang orang mulai mendapatkan penghasilan yang lumayan dari internet, dan network bisa anda akses dari ponsel, tablet dan laptop. Saya berhenti bicara pada seseorang, mungkin dia menjengkelkan tapi bukan salah dia menjadi orang dengan mindset demikian, ketika saya usulkan cobalah akses internet. Apa jawabannya? "saya tidak punya laptop" "tapi kamu ada ponsel" "tapi ponsel saya tak ada pulsa" Saya tahu itu cuma alasan. Terakhir saya melihat dia mendorong gerobak bakso di gang sempit kota, saya lega akhirnya dia ada pekerjaan untuk menghidupinya.

USIA.....
"Saya sudah tua," kata seorang kerabat "Jadi tidak gunanya lagi bermimpi" Bermimpi, apa salah dengan itu? Dan apa yang salah dengan menjadi tua? Apakah dengan menjadi tua lalu anda berhenti bernafas? Berusaha adalah sampai kepenghujung hidup, dan baru berhenti setelah kita mati. Saya mulai memperhatikan diri saya, umur bertambah mimpi saya tidak berkurang, mungkin belum cukup tua untuk kehilangan semangat, ketika saya memperhatikan orang orang tua mulai duduk di kursi goyang, mengharapkan santunan keluarga, sayapun tahu "hukum alam" ini belum ada teknologi yang dapat mencegahnya, saya seperti melihat cermin besar didunia ini: Itulah dirimu nanti, menjadi tua, renta, kehilangan mimpi, kehilangan semangat. Atau bahagia di hari senja. Apakah itu bisa dicegah? Tentu saja menjadi tua tidak bisa dicegah dan tidak apa apa menjadi tua, tetapi menjadi tua lalu menyerah seharusnya tidak boleh terjadi. 

Lagi lagi saya mendapatkan contoh yang bagus, saya membaca seorang pelari berusia 80 tahun berhasil menjadi juara, lalu menghasilkan uang dari prestasinya, seorang binaraga berusaia 60 tahun menjuarai ajang olahraga binaraga. Bukankah dua hal diatas berat? Kenapa kedua orang tua itu suskes? Si lelaki berusia 60 tahun menghabiskan masa mudanya sebagai tentara dan nyaris tidak pernah punya uang cukup. Tetapi ketika dihari tuanya dia bangkit, dia ternyata sukses. Memang benar, sebaiknya segalanya itu dimulai dimasa muda, tetapi jika kita telah membuangnya selalulah ingat semboyan ini: TIDAK ADA KATA TERLAMBAT, LEBIH BAIK BERBUAT DARIPADA TIDAK MELAKUKANNYA SAMASEKALI. Karena jika anda berjuang walau apapun status dan usia anda, maka anda adalah satria di dunia ini.  

1 comment:

irvan hermawanto said...

Sangat memotivasi mas.
Jangan berhenti berjuang.
Selagi nafas masih berhembus tetaplah melangkah.
Salam kenal mas

RESPONSIVE THEME

RESPONSIVE THEME
This theme is working 90% more speed on mobile